Makalah Metode Pembelajaran PAI SD/MI

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang Penulisan Laporan

Metode merupakan langkah strategis yang dipersiapkan pendidik untuk melakukan suatu proses pembelajaran, dengan adanya beberapa metode maka proses pembelajaran akan dapat berjalan dengan baik. Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan yang utama. Peran guru adalah menciptakan serangkaian metode yang saling berkaitan yang dilakukan dalam suatu situasi tertentu serta berhubungan dengan kemajuan perubahan tingkah laku dan perkembangan siswa yang menjadi tujuannya.

Pengaturan metode dalam pengajaran adalah bagian dari kegiatan manajemen pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru. Untuk mewujudkan manajemen kelas di sekolah dasar, seorang guru harus kreatif dalam menciptakan berbagai macam metode untuk mendukung meningkatnya intensitas pembelajaran siswa dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran.

Keberadaan guru bagi suatu bangsa amatlah penting terlebih bagi keberlangsungan hidup bangsa ditengah-tengah lintasan perjalanan jaman dengan perubahan serta pergeseran nilai yang bervariasi. Hal ini membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan peranan dan kompetensinya.

1

Dalam pelaksanaannya, guru dituntut memiliki berbagai keterampilan mengajar, memilih dan menyesuaikan metode mengajar yang tepat serta kemampuan melaksanakan evaluasi yang baik.

Sesuai dengan tuntutan perubahan, maka guru dituntut untuk memiliki kemampuan dalam penyesuaian-penyesuaian dengan kebutuhan perubahan tersebut. Perubahan dalam kurikulum diantaranya menuntut guru untuk dapat mempersiapkan, melaksanakan dan menyelesaikan berbagai kebutuhan dalam proses pembelajaran.

 

  1. B.     Tujuan Penulisan Laporan

Adapun tujuan dari pada penulisan Laporan Buku ini adalah :

  1. Mendapatkan Pemahaman Tentang Pengertian Metodologi Pendidikan dan Dasar Metode Pendidikan Islam
  2. Mengetahui Tujuan Pendidikan
  3. Mengetahui Prinsip-Prinsip Pembelajaran PAI
  4. Mengetahui dan Memahami Pengembangan Program Pembelajaran
  5. Mengetahui Model Pembelajaran PAI
  6. Mengetahui dan dapat Menerapkan Metodologi Pengajaran PAI.

 

  1. C.    Sistematika Penulisan Laporan

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Tujuan
  3. Sistematika

BAB II PEMBAHASAN

  1. Identitas buku
  2. Ruang lingkup permasalahan yang dibahas
  3. Cara pengarang menjelaskan dan menyelesaikan permasalahan
  4. Konsep dan teori yang dikembangkan serta kesimpulan
  5. Pendapat anda tentang isi buku

 

 

BAB III SIMPULAN

  1. Simpulan

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    Identitas Buku

Nama Pengarang : Prof. DR. Ramayulis

Judul Buku          : Metodologi Pendidikan Agama Islam

Tahun Terbit        : Juni 2010

Kota Penerbit      : Jakarta

Penerbit               : Kalam Mulia

Jumlah Halaman : 225 halaman

 

  1. B.     Ruang Lingkup Permasalahan yang Dibahas
    1. Pengertian Metodologi Pendidikan dan Dasar Metode Pendidikan Islam.
    2. Tujuan Pendidikan.
    3. Prinsip-Prinsip Pembelajaran PAI.
    4. Pengembangan Program Pembelajaran.
    5. Model Pembelajaran PAI.
    6. Metodologi Pengajaran PAI.

 

  1. C.    Cara Pengarang Menjelaskan dan Menyelesaikan Permasalahan

4

Perkembangan ilmu pengetahuan dunia sudah sangat berkembang dengan cepat dan perkembangan teknologi sudah sangat canggih.

Metodologi pendidikan merupakan suatu ilmu yang membicarakan tentang jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuan pendidikan atau menguasai kompetensi tertentu yang dirumuskan dalam silabus mata pelajaran.

Metodologi ini dapat disesuaikan dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan masyarakat serta dapat dipergunakan untuk proses pembelajaran agar lebih berkembang. Oleh karena itu, beberapa metode dalam pembelajaran sangat penting dikuasai agar tercapainya tujuan yang diinginkan.

Khusus mengenai metode pendidikan agama di sekolah, seorang guru memegang peranan penting  untuk dapat memberikan pendidikan agama kepada peserta didik secara baik. Maka, guru agama harus memahami banyak metode yang terkait dengan perkembangan pendidikan.

Dengan demikian, buku metodologi pendidikan agama islam penting untuk di pelajari oleh guru dan calon guru dan siapa saja yang mempunyai kepedulian terhadap pendidikan agama.

 

  1. D.    Konsep dan Teori Yang Dikembangkan serta Kesimpulan
    1. Pengertian Metodologi Pendidikan dan Dasar Metode Pendidikan IslaM
      1. Pengertian Metodologi Pendidikan

Metodologi adalah suatu ilmu yang membicarakan cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan atau menguasai kompetensi tertentu. Pendidikan adalah proses bimbingan terhadap peserta didik untuk mencapai tujuan.

Metodologi pendidikan adalah suatu ilmu yang membicarakan tentang jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuan pendidikan atau menguasai kompetensi tertentu yang dirumuskan dalam silabus mata pelajaran.

  1. Dasar Metode Pendidikan Islam

Metode pendidikan islam dalam penerapannya banyak menyangkut permasalahan individual atau social peserta didik dan pendidik itu sendiri, sehinga dalam menggunakan metode seorang pendidik harus memperhatikan dasar-dasar umum metode pendidikan islam :

1)        Dasar agama

Pelaksanaan metode pendidikan islam, dalam prakteknya berkaitan dengan kehidupan pendidik dan kehidupan masyarakat yang luas, yang memberikan dampak yang besar terhadap kepribadian peserta didik. Oleh karena itu, agama merupakan salah satu dasar metode pendidikan dan pengajaran.

Metode pendidikan islam berdasarkan pada agama islam yang menjadi sumber ajarannya adalah al-quran dan al-hadits.

2)        Dasar biologis

Perkembangan biologis manuia mempunyai pengaruh, dalam perkembangan intelektualnya. perkembangan jasmani (biologis) seorang juga mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap dirinya.

Berdasarkan hal ini, dapat dikatakan bahwa perkembangan jasmani dan kondisi jasmani itu sendiri, memegang peranan penting dalam proses pendidikan.

3)        Dasar psikologis

Kondisi psikologis yang menjadi dasar dalam metode pendidikan islam berupa sejumlah kekuatan psikologis peserta didik termasuk motivasi, emosi, minat, sikap, keinginan, kesediaan, bakat-bakat, dan kecakapan akal (intelektualnya). sehingga seorang pendidik dituntut untuk mengembangkan potensi psikologis yang ada pada peserta didik.

4)        Dasar sosiologis

Interaksi yang terjadi antara sesama peserta didik dan interaksi antara pendidik dan peserta didik, merupakan interaksi timbal balik yang kedua belah pihak saling memberikan dampak positif pada keduanya.

Dasar penggunaan sebuah metode pendidikan islam salah satunya adalah dasar sosiologis, baik dalam interaksi yang terjadi antara peserta didik dengan pesrta didik, pendidik dengan pesera didik, pendidik dengan masyarakat, dan peserta didik dengan masyarakat bahkan diantara mereka semua dengan pemerintah.

  1. Tujuan Pendidikan

Tujuan menurut Zakiah Daradjat adalah sesuatu yang diharapkan tercapainya setelah suatu usaha atau kegiatan selesai. Tahap-tahap tujuan pendidikan islam adalah sebagai berikut :

  1. Tujuan tertinggi/terakhir

Tujuan ini bersifat mutlak, tidak mengalami perubahan berlaku umum, karena sesuai dengan konsep keTuhanan yang mengandung kebenaran mutlak dan universal. 5tujuan tertinggi ini pada akhirnya sesuai dengan tujuan hidup manusia adan peranan sebagai ciptaan Tuhan.

  1. Tujuan umum

Tujuan umum ini lebih bersifat empiric dan realistic. Tujuan umum berfungsi sebagai arah yang taraf pencapaianya dapat di ukur karena menyangkut perubahan sikap, perilaku dan kepribadian peserta didik.

Dikatakan umum karena berlaku bagi siapa saja tanpa dibatasi ruang dan waktu, dan menyangkut diri peserta didik secara total.

 

 

  1. Tujuan khusus

Tujuan khusus ini lebih bersifat relative sehingga dimungkinkan untuk diadakan perubahan dimana perlu sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan, selama tetap berpijak pada kerangka tujuan tertinggi/terakhir dan umum.

  1. Tujuan sementara

Tujuan sementara adalah tujuan yang hendak dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam suatu kurikulum pendidikan formal.

  1. Tujuan Pendidikan Nasional

Tujuan Pendidikan Nasional ini yaitu untuk membentuk organisasi pendidikan yang bersifat otonom sehingga mampu melakukan inovasi dalam pendidikan untuk menuju suatu lembaga yang beretika, selalu menggunakan nalar, berkemampuan yang positif dan memiliki sumber daya manusia yang sehat.

  1. Tujuan instruksional

Tujuan instruksional yaitu tujuan pendidikan secara formal dirumuskan oleh lembaga-lembaga pendidikan.

  1. Tujuan Kurikuler

Tujuan Kurikuler ini adalah tujuan yang dirumuskan secara formal pada kegiatan kurikuler yang ada pada lembaga pendidikan. Tujuan kurikuler ini lebih mengacu kepada mata pelajaran namun dibedakan sesuai dengan jenjang pendidikannya.

  1. Prinsip-prinsip Pembelajaran PAI
    1. Berpusat pada peserta didik

Pesrta didik memiliki perbedaan satu sama lain. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek diantaranya :

1)        Perbedaan minat, dan perhatian

2)        Perbedaan cara belajar

3)        Perbedaan kecerdasan

  1. Belajar dengan melakukan : Anak aktif mencari sendiri dan bekerja sendiri.
  2. Mengembangkan kemampuan sosial : melalui diskusi, saling bertanya, saling menjelaskan.
  3. Mengembangkan keingintahuan : peserta didik dituntut untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara maksimal
  4. Mengembangkan fitrah berTuhan : mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki
  5. Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah

1)        Mengemukakan persoalan atau masalah

2)        Memperjelas persoalan atau masalah

3)        Melihat kemungkinan jawaban peserta didik

4)        Mencobakan kemungkinan yang dianggap menguntungkan

5)        Penilaian

  1. Mengembangkan kreatifitas peserta didik

Pendidik hendaknya berupaya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengemukkan pendapatnya sebanyak mungkin.

  1. Mengembangkan kemampuan menggunakan ilmu dan teknologi

Hal ini dapat diciptakan dengan pemberian tugas yang mengharuskan peserta didik berhubungan langsung dengan tekhnologi

  1. Menumbuhkan kesadaran sebagai warga Negara yang baik

Peserta didik diberi wawasan dan kesadaran untuk menjadi warga Negara yang produktif dan bertanggung jawab.

  1. Belajar melalui peniruan

Peniruan kebiasaan tingkah laku orang-orang disekitar khususnya orang tua.

  1. Belajar melalui pembiasaan

Cara praktis dalam pembinaan dan pembentukan anak.

 

 

  1. Pengembangan Program Pembelajaran
    1. Program waktu pembelajaran

1)        Program tahunan : Standar kompetensi, Materi pembelajaran, Kalender akademik/pendidikan

2)        Program semester berisikan tentang : bulan, pokok bahasan yang hendak diajarkan, waktu yang direncanakan, dan keterangan-keterangan yang hendak dilakukan.

3)        Program mingguan dan harian : dicantumkan kompetensi-kompetensi yang akan dikuasai dan perlu diulang bagi peserta didik, identifikasi kemajuan belajar peserta didik.

  1. Program materi pembelajaran

1)      Program modul (pokok bahasan)

-     Kompetensi yang akan dikuasai oleh peserta didik

-     Topic yang disajikan pangkal proses pembelajaran dan pengalaman belajar tiga sub kompetensi yang akan dikuasai peserta didik

-     Pokok bahasan yang akan dipelajari

-     Kedudukan dan fungsi satuan dalam kesatuan program yang lebih luas

-     Peranan pendidik di dalam proses pembelajaran

-      media dan sumber yang akan di capai

-     Kegiatan-kegiatan pembelajaran yang harus di hayati dan dilaksanakan oleh peserta didik.

-     Lembaran-lembaran kerja yang harus diisi peserta didik

-     Program evaluasi yang akan dilaksanakan selama berjalannya proses pembelajaran.

2)      Program pengayaan dan remedial

Program ini mengidentifikasi modul yang perlu diulang, peserta didik yang wajib mengikuti remedial, dan yang mengikuti program pengayaan.

 

 

3)      Program bimbingan dan konseling

Berfungsi dalam rangka memberikan bimbingan, konseling, dan psikoterapi peserta didik yang menyangkut berbagai hal.

  1. Model Pembelajaran PAI
    1. Model pembelajaran unit merupakan suatu kesatuan yang bulat, yang terdiri dari rangkaian bagian-bagian yang bersatu-padu dan serasi.
    2. Model pembelajaran PPSI (prosedur pengembangan system instruksional) merupakan salah satu pola dasar mengajar yang telah dipergunakan pemerintah sebagai pola dasar terpilih
    3. Model pembelajaran CBSA (cara belajar peserta didik aktif) adalah aktifitas pelajar sendiri, dimana pola atau system pembinaan iklim kegiatan belajar pendidik, tinggi dan aktif serta berhasil dengan baik secara tuntas.
    4. Model pembelajaran tuntas merupakan model pembelajaran yang dapat dilaksanakan di dalam kelas, dengan asumsi bahwa di dalam kondisi yang tepat semua peseta didik akan mampu belajar dengan baik dan memperoleh hasil belajar secara maksimal terhadap seluruh bahan yang dipelajari.
    5. Model pembelajaran konstruktivisme merupakan proses aktif dalam membuat sebuah pengalaman menjadi masuk akal, dan proses ini sangat dipengaruhi oleh apa yang sudah diketahui orang sebelumnya.
    6. Model pembelajaran problem solving merupakan model pembelajaran dimana peserta didik dihadapkan pada suatu kondisi bermasalah.
    7. Model pembelajaran quantum learning merupakan interaksi-interaksi yang mengubah energy menjadi cahaya.
    8. Model pembelajaran pendekatan aptitude-treatment interaction (ATI) merupakan suatu konsep atau pendekatan yang memiliki sejumlah strategi pembelajaran yang epektif digunakan untuk individu tertentu sesuai dengan kemampuannya masing-masing
    9. Model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran ini ditentukan oleh pendidik, baik tujuan metode, materi, evaluasi, dan lain-lain.
    10. Metodologi Pengajaran PAI
      1. Metode mengajar qurani dan bahasa qurani

1)        Metode hiwar (percakapan) Qurani dan Nabawi

2)        Metode kisah qurani dan nabawi

3)        Metode amtsal (perumpamaan) qurani dan nabawi

4)        Metode keteladanan

5)        Metode pembiasaan

6)        Metode ibadah dan man’izah

7)        Metode targhib dan tarhib

  1. Metode ceramah ialah penerangan dan penuturan secara lisan oleh pendidik terhadap kelas.
  2. Metode Tanya jawab ialah suatu cara mengajar dimana seorang pendidik mengajukan beberapa pertanyaan kepada peserta didik tentang bahan pelajaran yang telah diajarkan atau bacaan yang telah mereka baca sambil memperhatikan proses  berfikir diantara peserta didik.
  3. Metode eksperimen ialah apabila seseorang peserta didik melakukan sesuatu percobaan setiap proses dan hasil percobaan itu diamati oleh peserta didik.
  4. Metode diskusi ialah suatu proses yang melibatkan dua atu lebih individu yang berintegrasi secara verbal dan saling berhadapan muka mengenai tujuan atau sasaran yang sudah tertentu melalui cara tukar-menukar informasi, mempertahankan pendapat atau pemecahan masalah.
  5. Metode sosio drama dan bermain peran ialah penyajian bahan dengan cara memperlihatkan peragaan, baik dalam bentuk uraian ataupun kenyataan.
  6. Metode mengajar beregu ialah suatu system yang mengajar yang dilakukan oleh 2 orang pendidik atau lebih dalam mengajar sejumlah peserta didik yang mempunyai perbedaan minat, kemempuan atu tingkat kelas.
  7. Metode pemecahan masalah ialah suatu cara menyajikan pelajaran dengan mendorong peserta didik untuk mencari dan memecahkan suatu masalah dalam rangka pencapaian tujuan pencapaian.
  8. Metode kerja kelompok ialah penyajian materi dengan cara pemberian tugas-tugas untuki mempelajari sesuatu kepada kelompok-kelompok belajar yang sudah ditentukan dalam rangka mencapai tujuan.
  9. Metode imla atau dikte ialah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan menyuruh peserta didik, menyalin apa-apa yang dikatakan pendidik.
  10. Metode simulasi ialah memberikan gambaran atau simulasi itu dapat digunakan untuk melakukan proses-proses tingkah laku secara imitasi.

 

  1. E.     Pendapat Anda Tentang Isi Buku

Buku ini memberikan wawasan tentang berbagai metodologi yang dapat membantu para pendidik agama untuk menerapkan beberapa metode dalam proses pembelajaran, guna berkembangnya ilmu pengetahuan bagi pendidik agama.

Buku ini menarik untuk di baca karena kata-katanya sederhana, berbobot, dan mudah di pahami.

 


BAB III

SIMPULAN

  1. A.    Simpulan
  2. Pengertian Metodologi Pendidikan

Metodologi pendidikan adalah suatu ilmu yang membicarakan tentang jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuan pendidikan atau menguasai kompetensi tertentu yang dirumuskan dalam silabus mata pelajaran.

Dasar Metode Pendidikan Islam

  1. Dasar agama
  2. Dasar biologis
  3. Dasar psikologis
  4. Dasar sosiologis
  5. Tujuan Pendidikan
    1. Tujuan tertinggi/terakhir
    2. Tujuan umum
    3. Tujuan khusus
    4. Tujuan sementara
    5. Tujuan Pendidikan Nasional
    6. Tujuan instruksional
    7. Tujuan Kurikuler
    8. Prinsip-Prinsip Pembelajaran PAI
      1. Berpusat pada peserta didik
      2. Belajar dengan melakukan
      3. Mengembangkan keingintahuan
      4. Mengembangkan fitrah berTuhan
      5. Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah
      6. Mengembangkan kreatifitas peserta didik
      7. 14

        Mengembangkan kemampuan menggunakan ilmu dan teknologi

  1. Menumbuhkan kesadaran sebagai warga Negara yang baik
  2. Belajar melalui peniruan
  3. Belajar melalui pembiasaan
  4. Pengembangan Program Pembelajaran
    1. Program waktu pembelajaran.
    2. Program materi pembelajaran
    3. Program pengayaan dan remedial
    4. Model Pembelajaran PAI
      1. Model pembelajaran unit
      2. Model pembelajaran PPSI (prosedur pengembangan system instruksional)
      3. Model pembelajaran CBSA (cara belajar peserta didik aktif)
      4. Model pembelajaran tuntas
      5. Model pembelajaran konstruktivisme
      6. Model pembelajaran problem solving
      7. Model pembelajaran quantum learning
      8. Model pembelajaran pendekatan aptitude-treatment interaction (ATI)
      9. Model pembelajaran kooperatif.
      10. Metodologi Pengajaran PAI
        1. Metode mengajar qurani dan bahasa qurani
        2. Metode ceramah
        3. Metode Tanya jawab Metode eksperimen
        4. Metode diskusi
        5. Metode sosio drama dan bermain peran
        6. Metode mengajar beregu
        7. Metode pemecahan masalah
        8. Metode kerja kelompok
        9. Metode imla atau dikte
        10. Metode simulasi

 

11

 Oleh : MAYA HERDIANTI (IAILM SURYALAYA)

 

About these ads

About Bang Akil

saat masa depan mengejar kita,,,hidup merdeka dalam setiap peristiwa

Posted on 2 Maret 2012, in Serpihan Perkuliahan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: