ANALISIS PENGGUNAAN 2 MODEL 2 MATERI 1 MATA PELAJARAN

PENGEMBANGAN PROFESI GURU


LAPORAN BUKU

 

Oleh : KUSAERY MUSTOPA

NIM. 0951.063

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………….       i

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………      ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Penulisan Laporan ……………………………………………………      1

1.2    Tujuan Penulisan Laporan ……………………………………………………………….      1

1.3    Sistematika Penulisan Laporan …………………………………………………………      2

BAB II PEMBAHASAN

2.1    Identitas Buku ………………………………………………………………………………      3

2.2    Ruang Lingkup Permasalahan yang Dibahas ……………………………………….      3

2.3    Cara Pengarang Menjelaskan dan Menyelesaikan Permasalahan ……………      9

2.4    Konsep dan Teori Yang Dikembangkan serta Kesimpulan ……………………    10

2.5    Pendapat Anda Tentang Isi Buku ……………………………………………………..    10

BAB III SIMPULAN

3.1    Simpulan……………………………………………………………………………………….   11

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.4    Latar Belakang Penulisan Laporan

Pendidikan sangat penting dalam kehidupan dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Sifatnya mutlak dalam kehidupan, baik dalam kehidupan seseorang, keluarga, maupun bangsa dan negara. Maju-mundurnya suatu bangsa banyak ditentukan oleh maju mundurnya pendidikan bangsa itu. Mengingat sangat pentingnya bagi kehidupan, maka pendidikan harus dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga memperoleh hasil yang diharapkan. Untuk melaksanakan pendidikan harus dimulai dengan pengadaan tenaga pendidikan sampai pada usaha peningkatan mutu tenaga kependidikan. Kemarnpuan guru sebagai tenaga kependidikan, baik secara personal, sosial, maupun profesional, harus benar-benar dipikirkan karena pada dasarnya guru sebagai tenaga kependidikan merupakan tenaga lapangan yang langsung melaksanakan kependidikan dan sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan.

Untuk itu, ilmu pendidikan memegang peranan yang sangat penting dan merupakan ilmu yang mempersiapkan tenaga ke pendidikan yang profesional, sebab kemampuan profesional bagi guru dalam melaksanakan proses belajar-mengajar merupakan syarat utama.

1.5    Tujuan Penulisan Laporan

Tujuan dari pada penulisan laporan ini ialah sebagai berikut :

  1. Megetahui dasar-dasar profesi guru yang bermutu.
  2. Mengetahui seberapa pentingnya kompetensi guru.
  3. Memahami proses pembentukan kompetensi guru.

1

1.6    Sistematika Penulisan Laporan

BAB I PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang

1.2     Tujuan

1.3     Sistematika

BAB II PEMBAHASAN

2.6     Identitas buku

2.7     Ruang lingkup permasalahan yang dibahas

2.8     Cara pengarang menjelaskan dan menyelesaikan permasalahan

2.9     Konsep dan teori yang dikembangkan serta kesimpulan

2.10 Pendapat anda tentang isi buku

BAB III SIMPULAN

3.2     Simpulan


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1    Identitas Buku

Nama Pengarang : UDIN SAEFUDIN SAUD

Judul Buku            : Pengembangan Profesi Guru

Tahun Terbit         : 2009

Kota Penerbit       : Bandung

Penerbit                : ALFABETA

Jumlah Halaman    : 136 halaman

2.2    Ruang Lingkup Permasalahan yang Dibahas

Dalam buku ini yag berjudul pengembangan profesi guru meliputi pembahasan-pembahasan sebagai berikut:

Bagian pertama : Konsep Dasar Profesi. Pada bagian ini pertama ini meliputi pembahasan :

BAB I Pengertian Profesi

Pada pengantar dinyatakan bahwa pengertian profesi menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian, tanggung jawab dan kesetiaan terhadap profesi. Namun apabila dilacak lebih mendalam dibalik batasan itu, banyak perbedaan ditemukan.

3

Secara leksikal, perkataa profesi mengandung berbagai makna dan pegertian. Diantaranya menurut buku ini meurut Webster’s New World Dictionary bahwa profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pendidikan tinggi (kepada pengembangannya). Good Dictionary of education lebih menegaskan bahwa profesi itu merupakan pekerjaan yang meminta persiapa spesialisasi yang relatif lama di perguruan tinggi (kepada pengembangnya) dan diatur oleh kode etik khusus.

Istilah yang berkaita dengan profesi : Diantara istilah-istilah yang berkaitan dengan profesi adalah : profesi, professional, profesionalisme, profesiopnalitas, profesionalisasi.

BAB II Karakteristik dan Syarat Profesi

Pada bab ini dijelaskan mengenai karakteristik profesi menurut para ahli diantaranya menurut Lieberman Robert. W Richey, dan menurut  Nasional educatio Association. Secara implisit telah tersimpul beberapa ciri pokok yang menbedakan suatu jenis pekerjaan yang telah dapat di identifikasi sebagai suatu profesi dari jenis kategori pekerjaan lainnya. Kata karakterisrik profesi kalau dicermati seksama terdapat titik-titik persamaannya dapat ciri-ciri dan syarat-syarat tersebut dapat digunakan sebagai kriterian atau tolak ukur keprofesionalan yang berfungsi ganda yaitu : Untuk mnegukur sejauh mana guru-guru di Indonesia telah memeuhi kriteria profesionalisasi dan untuk dijadiakan titik tujuan yang akan mengerahkan segala upaya menuju profesionalisasi guru.

Bagian Kedua : Perkembagan Profesi Keguruan.

BAB III Tingkat dan Jenis Profesi

Keragaman kemampuan ditinjau dari tingkat kepofesionalan yang ada deperlukan karena dimasyarakat terdapat berbagai pekerjaan yang kategorinya juga berbeda dengan pegkategorian sebagai berikut :

  1. Profesi yang telah mapan
  2. Profesi baru
  3. Profesi yang telah tumbuh kembang
  4. Semi-profesi
  5. Tugas jabatan atau pekerjaan yang belum jelas arah tututan status keprofesionalannya

BAB IV Tanggung Jawab Guru

Didalam buku ini dijelaskan paling sedikit ada enam tugas dan tanggung jawab guru dalam mengembangkan profesinya, yakni:

  1. Guru bertugas sebagai pengajar
  2. Guru bertugas sebagai pembimbing
  3. Guru bertugas sebagai administrator kelas
  4. Guru bertugas sebagai pengembang kurikulum
  5. Guru bertugas untuk mengembangkan profesi
  6. Guru bertugas untuk membina hubungan dengan masyarakat

Bagia Ketiga : Kompetensi Guru dalam Konteks Keprofesian

BAB VI Kompetesi guru

Pada pembahasan BAB ini dapat disimpulkan bahwa kompetensi itu pada dasarnya menunjukan kepada :

  1. Kecakapan atau kemampuan untuk mengerjakan suatu pekerjaan
  2. Merupakan suatu sifat orang orang ialah yang memiliki kecakapan, daya, otoritas, kemahiran, pengetahuan da sebagainya
  3. Menunjuka kepada tindakan rasional yang dapat mencapai tujuan-tujuanya secara memuaskan berdasarkan kondisi yang diharapkan

Setiap kompetensi pada dasarnya terdapat enam unsur, yaitu :

  1. Performance component
  2. Subject component
  3. Profesional component
  4. Process component
  5. Adjustment component
  6. Atitudes component

Adapun kompetensi kinerja guru dalam penampilan aktual proses belajar mengajar menimal memiliki empat kemampuan yakni :

  1. Merencanakan proses belajar mengajar
  2. Melaksanakan dan memimpin / mengelola proses belajar mengajar
  3. Menilai kemajuan proses belajar megajar
  4. Menguasai gahan pelajaran

Bagian Keempat : Perangkat Keprofesionalan Guru

BAB VIII Kode Etik Profesi Keguruan

Kode etik profesi keguruan pada hakikatnya merupakan suatu sistem peraturan atau perangkat prinsip-prinsip keprilakuan yang diterima oleh kelompok orang-orang yang tergabung dalam himpunan organisasi keprofesian tertentu. Adapun maksud dan tujuan pokok diadakannya kode etik adalah utuk menjamin agar tugas pekerjaan keprofesian itu terwujud sebagaimana mestinya dan kepentingan semua pihak terlindungi sebagaimana layaknya.

Perangkat kode etik pada umumnya mengandung muatan yang terdiri atas prembul lazimnya merupaka deklarasi inti yang menjiwai keseluruhan perangkat kode etik bersangkutan. Sedangkan unsur berikutnya lazimnya memuat prinsip-prinsip dasarnya, bertalian dengan : tanggung jawab, kewenangan, standar moral dan hukum, standar unjuk kerja termasuk tekik dan instrumen yang digunakan atau dilibatkannya, konfidensilitas, hubugan kerja dan sejawat, perlindungan  keamanan dan kesejahteraan klien, kewajiban pengembangan diri dan kemampuan profesional termasuk penelitian, serta publisitas keprofesiannya kepada masyarakat.

BAB IX Organisasi Asosiasi Keprofesian

Bentuk organisasi para pengembang tugas keprofesian itu ternyata bervariasi dipandang dari segi derajat keeratan dan keterikatan dengan / dan antar anggotanya. Dengan demikian maka status kenggotaannya juga dengan sendirinya akan bervariasi. Organisasi keprifesian yang bersifat asosiasi atau persatuan biasanya bersifat langsung kenggotaannya cukup terbatas dari pucuk organisasi yang bersangkutan saja.

BAB X Pengakuan dan Penghargaan Profesi Guru

Berdasarkan Undang-undang guru dan dosen No 14 Tahun 2005 pada bagian kedua tentang hak dan kewajiban, pasal 14 disebutkan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan guru berhak :

  1. Memperoleh peghasilan diatas kebutuhan minimum dan jaminan kesejahteraan minimal.
  2. Mendapat promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.
  3. Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual.
  4. Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.
  5. Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.
  6. Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/sangsi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan.
  7. Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanaka tugas.
  8. Memiliki kebebasan utuk berserikat dalam organisasi profesi.
  9. Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan.
  10. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetesi.
  11. Memperoleh pelatiahan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.

Bagian Kelima : Strategi Pengembangan Profesional Guru

Untuk meingkatka mutu pedidikan saat ini maka profesioalisasi guru merupakan suatu keharusan terlebih lagi apabila kita melihat kondisi objektif saat ini berkaitan dengan berbagai hal yang ditemui dalam melaksanakan pendidikan, yaitu :

  1. Perkembangan IPTEK
  2. Persaigan global bagi lulusan pedidiakan
  3. Otonomi daerah
  4. Implementasi kurikulum tingkat satuan pendidika (KTSP)

BAB XII Model Pengembangan Guru

Banyak cara yang dilakukan oleh guru utuk menyesuaikan dengan perubahan, baik itu secara perorangan, kelompok atau dalam satu sistem yang diatur oleh lembaga. Menurut Soejipto dan Kosasi (2004 : 54), pengembangan sikap profesional ini dapat dilakukan selama dalam pedidikan penjabatan maupun setelah bertugas.

Direktorat jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (2005) menyebutkan beberapa alternatif program pengembangan profesionalisme guru, sebagai berikut:

  1. Program peningkatan kualifikasi pendidikan guru
  2. Program penyetaraan dan kualifikasi
  3. Program pelatihan teritegrasi berbasis kompetensi
  4. Program supervisi pendidikan
  5. Program pemberdayaan MGMP
  6. Simposium guru
  7. Program pelatihan tradisional lainnya
  8. Membaca da menulis jurnal atau karya ilmiah
  9. Berpartisifasi dalam pertemuan ilmiah
  10. Melakukan penelitian
  11. Magang
  12. Mengikuti berita aktual media pemberitaan
  13. Berpartisifasi dan aktif dalam organisasi profesi
  14. Menggalang kerjasama dengan teman sejawat

Bagian Keenam : Implementasi Program Pengembangan Profesi Keguruan.

BAB XIII Tantangan dan Problematika Pengembangan Profesionalisasi Guru.

Ada beberapa faktor yang berkaitan dengan beratnya tantangan yang dihadapi oleh profesi keguruan dalam usaha untuk meningkatkan kewibawaan dimata masyarakat seperti yang dikemukakan oleh dedi Supriadi, (1999:104-106) sebagai berikut :

  1. Kekurangjelasan tentang definisi profesi keguruan
  2. Desakan kebutuhan masyarakat dan sekolah akan guru
  3. Sulitnya standar mutu guru dikendalikan dan dijaga
  4. PGRI belum banyak aktif melakukan kegiatan-kegiatan yang secara sistematis dan langsung berkaitan langsung dengan peningkatan profesionalisme guru

BAB VIX Implementasi Program Pengembangan Profesi Guru

Dikembangkan secara luwes pula sehingga   memberikan peluang kemudahan prosedural dan juga memberikan dorongan yang mengarahkan kepada guru untuk melakukan upaya pengembangan keprofesionalannya secara berkelanjutan denga cara yang bervariasi.

2.3    Cara Pengarang Menjelaskan dan Menyelesaikan Permasalahan

Dalam buku ini pengarang secara lugas dan terperinci menjelaskan permasalahan-permasalahan yang dibahas. Cara pembahasanya mulai dari permasalahan secara global dan dimulai dari pengantar pada tiap BAB dari pengarang kemudian diuraikan melalui poin-pion utuk lebih memperjelas permasalahan.

Disamping itu juga pada akhir pembahasan terdapat rangkman yang memperjelas pembahasan disamping itu juga merupakan kesimpulan dari pengarang, hal ini baik sekali sehingga pembaca dapat menyimpulkan dari uaraian pembahasan melalui rangkuman.

 

2.4    Konsep dan Teori Yang Dikembangkan serta Kesimpulan

Kosep dan teori yang dikembangkan pengarang pada buku ini diantaraya selain pengarang berpendapat sendiri dalam permasalahan yang dibahas pengarang juga mengambil pendapat-pendapat dari para ahli untuk kemudian di perjelas denagn pendapatnya sendiri sehingga memperjelas dalam memecahkan masalah yang dibahas.

 

2.5    Pendapat Anda Tentang Isi Buku

Kemarnpuan guru sebagai tenaga kependidikan, baik secara personal, sosial, maupun profesional, harus benar-benar dipikirkan karena pada dasarnya guru sebagai tenaga kependidikan merupakan tenaga lapangan yang langsung melaksanakan kependidikan dan sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan. Untuk itu, ilmu pendidikan memegang peranan yang sangat penting dan merupakan ilmu yang mempersiapkan tenaga ke pendidikan yang profesional, sebab kemampuan profesional bagi guru dalam melaksanakan proses belajar-mengajar merupakan syarat utama.

Dalam buku ini, Pengembangan Profesi Guru karangan Udin Saefudin Saud secara spesifik memberika gambaran tentang bagaimana menjadi seorang guru yang profesional dan bermutu.

 


 

BAB III

SIMPULAN

 

3.1  Simpulan

Dengan demikian pendidikan profesi guru yang bermutu memungkinkan lulusannya:

  1. Menunjukkan seperangkat kompetensi sesuai dengan standar yang berlaku.
  2. Mampu bekerja dengan menerapkan prinsip-prinsip keilmuan dan teknologi dalam memberikan layanan seorang ahli.
  3. Mematuhi kode etik profesi guru yang memintanya bertindak sesuai norma kepatutan.
  4. Bekerja dengan penuh dedikasi.
  5. Membuat keputusan secara mandiri maupun secara bersama.
  6. Menunjukkan akuntabilitas kinerjanya kepada pihak-pihak terkait.
  7. Bekerja sama dengan sejawat dan pihak lain yang relevan.
  8. Secara berkesinambungan mengembangkan diri baik secara mandiri maupun melalui asosiasi profesi.

Agar calon guru mampu melakukan hal-hal tersebut, diperlukan bukan saja persiapan yang bersifat akademik, namun juga pengalaman intensif dalam menerapkan prinsipprinsip akademik tersebut dalam situasi nyata di sekolah.

11

Kompetensi guru merupakan sesuatu yang utuh, sehingga proses pembentukannya tidak bisa dilakukan secara instan, karena guru merupakan profesi yang akan menghadapi individu-individu, yakni pribadi unik yang mempunyai potensi untuk tumbuh dan berkembang.

Pembentukan kompetensi guru merupakan kegiatan pengkajian, latihan, dan pembiasaan, yang memerlukan kecakapan mengambil keputusan dalam situasi transaksional.

Atas dasar kajian akademik tersebut, maka diperlukan suatu panduan penyelenggaraan dan Peraturan Menteri tentang Pendidikan Profesi Guru.

Buanglah Rasa Cemas!

 

Tak usah bersedih, karena Rabb-mu berfirman,

{Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu.} (QS. Al-Insyirah: 1)

Pesan ayat ini bersifat umum untuk setiap orang yang menerima kebenaran, melihat cahaya dan menempuh hidayah. Allah juga berfirman,

{Maka, apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka, kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya.} (QS. Az-Zumar: 22)

Maka dari itu, menjadi jelas bahwa ada kebenaran yang akan melapangkan dada dan ada kebatilan yang akan membuat hati menjadi keras. Allah berfirman,

{Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk) Islam.} (QS. Al-An’am: 125)

Ini menandakan bahwa Islam merupakan suatu tujuan yang hanya dapat dicapai oleh orang yang memang dikehendaki Allah.

{Janganlah kamu bersedih sesungguhnya Allah bersama kita.} (QS. At-Taubah: 40)

Demikian Allah berfirman. Dan kalimat seperti itu hanya akan diucapkan oleh orang yang sangat yakin dengan pengawasan, perlindungan, kasih sayang dan pertolongan Allah. membagi waktunya. Yakni, ia perlu membagi waktu kapan ia harus bekerja, merenung, dan mencari hiburan. Dalam hal membaca pun, Anda perlu variasi; kapan Anda harus membaca al-Qur’an, tafsir, sirah Rasulullah, hadits, fikih, sejarah, sastra dan ilmu pengetahuan umum. Demikian pula dalam menjalankan kegiatan rutin harian, Anda harus dapat menentukan kapan waktu untuk beribadah, mencari hiburan, mengunjungi relasi, menerima tamu, berolahraga, dan berekreasi. Dengan begitu, niscaya jiwa Anda akan selalu merasa segar dan bergairah.

{(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaikbaik Pelindung.”} (QS. Ali ‘Imran: 173)

Yakni, bahwa pemenuhan dan perlindungan Allah sudah sangat cukup bagi kita.

{Hai Nabi, cukuplah, cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.} (QS. Al-Anfal: 64)

Dan, siapapun yang menempuh jalan tersebut akan memperoleh kemenangan sebagaimana yang disebutkan dalam ayat tersebut.

{Dan, bertawakalah kamu kepada Allah Yang Maha Hidup (Kekal) Yang tidak mati.} (QS. Al-Furqan: 58)

Yakni, selain Allah akan mati, tidak akan hidup selamanya, akan sirna dan tak abadi. Dan derajatnya pun rendah dan tidak mulia.

{Bersabarlah (hai Muhammad) dan tidaklah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat kebaikan.} (QS. An-Nahl: 127-128)

Ayat ini melukiskan tentang bagaimana penyertaan khusus Allah terhadap para wali-Nya, yakni dengan cara selalu menjaga, mengawasi, membantu dan melindungi mereka sesuai dengan kadar ketakwaan dan jihad mereka.

{Dan, janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.} (QS. Ali ‘Imran: 139)

Maksudnya adalah ketinggian tingkat ubudiyah dan kedudukannya di sisi Allah.

{Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian, mereka tidak mendapat pertolongan.} (QS. Ali ‘Imran: 111)

{Allah telah menetapkan: “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.} (QS. Al-Mujadilah: 21)

{Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari Kiamat).} (QS. Al-Mu’min: 51)

Bentuk ketetapan pada kalimat ini merupakan janji Allah yang tidak akan pernah diingkari dan tidak akan pernah ditunda.

{Dan, aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. Maka, Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk.} (QS. Al-Mu’min: 44-45)

{Dan, hanya kepada Allah-lah orang-orang mukmin bertawakal.} (QS. Ali ‘Imran: 122)

Janganlah bersedih! Anggap saja diri Anda tidak akan hidup kecuali sehari saja, sehingga mengapa Anda harus bersedih dan marah pada hari ini? Dalam sebuah atsar disebutkan:

Ketika pagi tiba, janganlah menunggu sore;

 dan ketika sore tiba, janganlah menunggu datangnya pagi.

Artinya, hiduplah dalam batasan hari ini saja. Jangan mengingat-ingat masa lalu, dan jangan pula was-was dengan masa yang akan datang. Seorang penyair berkata,

Yang lalu telah berlalu, dan harapan itu masih gaib

dan engkau pasti punya waktu di mana engkau harus ada

Menyibukkan diri dengan mengingat masa lalu, dan meratapi kembali kegetiran-kegetiran hidup yang pernah terjadi dan telah berlalu, adalah sebuah ketololan dan kegilaan.

Pepatah Cina menyebutkan:

“Jangan dulu menyeberangi jembatan sebelum Anda sampai di jembatan itu.”

Artinya, jangan bersikap apriori terhadap kejadian-kejadian yang belum tentu terjadi, sampai Anda benar-benar mengalami dan merasakannya sendiri. Salah seorang ulama salaf mengatakan:

“Wahai anak Adam, hidupmu itu tiga hari saja: hari kemarin yang telah berlalu, hari esok yang belum

datang, dan hari ini di mana Anda harus bertakwa kepada Allah!” Bagaimana orang yang masih menanggung beban berat kesedihan masa lalu dan kecemasan terhadap masa depan dapat hidup tenang hari ini? Bagaimana mungkin orang yang selalu mengingat-ingat sesuatu yang telah lewat dan telah berlalu akan tenang dalam hidupnya hari ini? Pasalnya, pastilah waktunya akan habis untuk meratapi semua kesedihan yang telah berlalu itu. Dan pada akhirnya, semua itu sama-sama tidak ada gunanya. Atsar yang berbunyi:

Jika pagi tiba, janganlah menunggu sore; dan jika

sore tiba, janganlah menunggu hingga waktu pagi,

dapat pula diartikan bahwa Anda harus membatasi angan-angan Anda, menunggu ajal yang sewaktuwaktu menjemput Anda, dan selalu berbuat yang terbaik. Jangan larut dalam kecemasan-kecemasan di luar hari ini. Kerahkan segala kemampuan untuk hari ini. Berbuadah semaksimal mungkin, dan pusatkan konsentrasi Anda untuk melakukan sesuatu dengan cara meningkatkan kualitas moral, menjaga kesehatan, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

 

Dikutip dari : LA TAHZAN (E-BOOK)

Karya/Penulis: DR. ‘Aidh al-Qarni

 

%d blogger menyukai ini: