Makalah Mencontoh Perilaku Terpuji

BAB I

MENCONTOH PRILAKU TERPUJI

  1. A.     Kisah Teladan Rasul Ulul A`zmi
    1. Nabi Nuh a.s

Selama 950 tahun Nabi Nuh a.s menyeru kaumnya bangsa Armenia agar bertauhid kepada Allah swt. Dan meninggalakan berhala-berhala yang mereka sembah. Seruan Nabi Nuh a.s itu disambut dengan cemoohan, ejekan dan hinaan. Semula Nabi Nuh a.s menghadapi mereka dengan penuh sabar dan tabah. Tapi mereka semakin berani dan runyam serta sulit dapat diharapkan mau beriman. Setelah beliau bersama mereka 950 tahun lamanya tidak ada yang mau mengikuti beliau kecuali beberapa orang saja. Maka terpaksa Nabi Nuh a.s mohon kepada Allah swt. dengan berdo`a sebagai mana tersebut dalam Al-Qur an :

tA$s%ur ÓyqçR Éb>§‘ Ÿw ö‘x‹s? ’n?tã ÇÚö‘F{$# z`ÏB tûï͍Ïÿ»s3ø9$# #·‘$­ƒyŠ ÇËÏÈ   y7¨RÎ) bÎ) öNèdö‘x‹s? (#q=ÅÒムš‚yŠ$t6Ï㠟wur (#ÿrà$Î#tƒ žwÎ) #\Å_$sù #Y‘$¤ÿŸ2 ÇËÐÈ  

Artinya : Dan Nuh berkata: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat ma’siat lagi sangat kafir.   (Q.S Nuh : 26-27)

Allah swt. menjawab dan memenuhi permintaan Nabi Nuh a.s., seraya memerintahkan agar beliau membuat perahu. Setiap orang yang lewat menertawakan dan mengejeknya karena sungguh dianggap lucu membuat perahu ditanah dataran tinggi.

Setelah selesai membuat perahu, datanglah azab Allah swt. berupa hujan dan banjir yang bukan alang kepalang serta angin tofan yang dahsyat.

 

 

  1. Nabi Ibrahim a.s

Nabi Ibrahi a.s diutus oleh Allah swt. kepada raja Nambrud dan kaumnya di Babilonia negeri Irak untuk menyembah Allah swt. tuhan yang maha Esa. Namun mereka tidak mau menerima ajakan Nabi Ibrahim a.s. dan malah membakarnya karena dianggap telah menghancurkan berhala-berhala yang menjadi sembahan mereka. Allah swt. memelihara Ibrahim a.s dari panasnya api, seraya memerintahkan :

(#qä9$s% çnqè%Ìhym (#ÿrçŽÝÇR$#ur öNä3tGygÏ9#uä bÎ) ÷LäêZà2 šúüÎ=Ïè»sù ÇÏÑÈ  

Artinya : “Mereka berkata: “Bakarlah Dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak”. (Q.S Al-Anbiya`: 68)

Singkat cerita, kaumnya tidak mau beriman termasuk ayahnya sendiri, maka Nabi Ibrahi a.s bersama isterinya (Sarah) hijrah ke negeri Kan an Palestina dan menetap disana.

  1. Nabi Musa a.s

Nabi Musa a.s hidup pada masa Fir`aun di Mesir. Menurut tutkang ramal, akan lahir bayi laki-laki dari bangsa yahudi yang akan merobohkan singgasana Fir`aun. Oleh sebab itu, Ibunya meletakan Musa a.s kedalam peti lalu dihanyutkan ke sungai Nil.

Setelah dewasa nabi Musa a.s Nampak cerdas dan tangkas, serta memperhatikan orang-orang yang lemah.

  1. Nabi Isa a.s

Nabi Isa a.s adalah utusan Allah swt. kepada Bani Israil. Beliau lahir tanpa ayah, ibinya bernama Maryam. Siti Maryam adalah seorang yang suci dan bersih dari perbuatan maksiat. Kelahiran putranya Isa a.s semata-mata kehendak dan kekuasaan Allah swt. semata. Setelah kelahiran putranya Siti Maryam difitnah dan didakwa melakukan serong. Dengan serta merta bayi yang baru lahir itu dapat berbicara dengan izin Allah swt. menjawab fitnah orang kepada ibunya itu. Seperti yang disebutkan dalam Al-Qur an yang artinya :

Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi, Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan Kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaKu, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.            (Q.S Maryam : 30-33)

Untuk menghindari kekejaman Hiridus, raja Syam (Palestina) yang kejam, maka beliau bersama ibunya dan pengikutnya diam di Mesir selama 12 tahun dan baru kembali ke kampong halamannya setelah Hidrus Mangkat. Sekembalinya dari Mesir itu, Isa a.s mulai menekuni ilmu pengetahuan, hikmah dan agama. Baru setelah berumur 30 tahun beliau diangkat menjadi rasul dan beliau mnrima wahyu berupa kitab Injil.

  1. Nabi Muhammad s.a.w

ô‰s)©9 tb%x. öNä3s9 ’Îû ÉAqߙu‘ «!$# îouqó™é& ×puZ|¡ym `yJÏj9 tb%x. (#qã_ötƒ ©!$# tPöqu‹ø9$#ur tÅzFy$# tx.sŒur ©!$# #ZŽÏVx. ÇËÊÈ  

Artinya : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (Q.S Al-Ahzab : 21)

Ayat diatas memberi pelajaran bagi kita semua bahwa rasulullah saw. lah yang patut kita jadikan teladan. Baik teladan dalam bidang ibadah maupun dalam bidang muamalah.

Sejak masih kanak-kanak, beliau di pelihara oleh Allah swt. dari berbagai perbuatan tercela dan hatinya dibersihkan dari sifat-sifat yang kotor, seraya beliau di isi dengan sifat-sifat terpuji dan senantiasa berada dalam tuntunan Allah swt. selama hidupnya. Karenanya pribadinya benar-benar mulia dan terpuji, beliau biasa menepati janji, sabar menghadapi semua segi kehidupan ini, pemaaf terhadap orang yang bermula menyakiti beliau, jujur, ikhlas, sederhana hidupnya, penyantun, lemah-lembut, mencintai si miskin dan si lemah, rajin bekerja, tekun beribadah, pandai bergaul, tanpa membeda-bedakan antar yang satu dengan yang lainnya dan tentu banyak lagi sifat-sifat terpuji yang menghiasi pribadi beliau yang mengagumkan itu.

 

 

  1. Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah para Rasul Ulul Azmi

Pertama, misi risalah yang dibawa oleh para Nabi a.s dan khususnya para Nabi Ulul Azmi selalu mendapatkan tantangan dari kaumnya dan penguasa serta keluarganya. Jadi, sekiranya kita melakukan dakwah lalu kita mendapatkan rintangan dan tantangan adalah suatu hal yang wajar.

Kedua, dalam menghadapi rintangan itu bisa menggunakan beberapa cara: (1) selayaknya kita bersabar diri, seranya mndo`akan mereka agar mendapatkan hidayah dari Allah swt. seperti yang dilakukan oleh nabi Muhammad saw. Sebagaimana Allah Berfirman:

÷ŽÉ9ô¹$$sù $yJx. uŽy9|¹ (#qä9’ré& ÏQ÷“yèø9$# z`ÏB È@ߙ”9$#. . .

Artinya : “Maka bersabarlah kamu seperti sabarnya Ulul Azmi dari kalangan para Rasul. (Q.S Al-Ahkop : 35) ; (2) bersikap tegas kalau memang sudah sulit keimanan mereka dan cucu mereka seperti sikap Nabi Nuh a.s dalam Do`anya; (3) hijrah ketempat lain yang menurut perhitungan lebih menguntungkan untuk pelaksanaan dakwah. Allah swt. berfirman :

(#þqä9$s% öNs9r& ô`ä3s? ÞÚö‘r& «!$# Zpyèřºur (#rãÅ_$pkçJsù $pkŽÏù 4 . . .

Artinya :” Para Malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. . .   (Q.S An-Nisaa : 97)

 Ketiga, harta kekayaan dan kekuasaan yang membawa ke kafiran tidak akan menyealamatkan pemiliknya.

Keempat, hendaknya kita selalu berdo`a meminta petunjuk kepada Allah swt. dari segala hal.

Kelima, kita tidak boleh sombong sekalipun telah memperoleh ilmu yang banyak. Sebab setiap orang yang berilmu niscaya ada yang lebih alim lagi.

Keenam, hidup ini adalah perjuangan antara yang haq dan yang batil, dan yang batil itu akhirya akan kalah sedangkan kebenaran/yang haq akan menang. Firman Allah dalam Surah Al-Isra ayat 81 :

ö@è%ur uä!%y` ‘,ysø9$# t,ydy—ur ã@ÏÜ»t6ø9$# 4 ¨bÎ) Ÿ@ÏÜ»t7ø9$# tb%x. $]%qèdy— ÇÑÊÈ  

Artinya : Dan Katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (Q.S Al-Isra : 81)

 

  1. B.     Kisah Teladan Sahabat Nabi
    1. Zaid bin Tabit

Zaid bin Tsabit adalah kaum Ansor, berasal dari Madinah. Ketika Rasulullah saw. Hijrah dari Makkah ke Madinah, zaid baru berusia 11 tahun dan masuk islam beserta keluarganya. Keutamaannya adalah ia seorang penulis wahyu, rajin menghafal wahyu dan penulis surat-surat Rasul. Zaid juga mempunyai hasrat untuk ikut serta dalam kancah peperangan melawan kaum Musyrik.

  1. Abu Zar Al-Gifari

Abu Zar adalah termasuk sahabat nabi yang gigih menyuarakan keadilan dan hidup sederhana (zuhud). Sosok Abu Zar, hampir sepanjang hidupnya dibaktikan untuk menentang kelaliman dan menegakkan kebenaran. Bila ada suara yang melarang berdakwah, maka suaranya akan lebih bertambah keras. Rosulullah saw. sendiri pernah memuji Abu Zar dengan ucapan “takkan pernah lagi dijumpai di bawah langit ini, orang yang lebih tegar ucapannya dari Abu Zar”.

  1. Hamzah bin Abdul Muthalib

Hamzah adalah paman sekaligus saudara sesusu nabi Muhammad saw. Dua anak ini dibesarkan bersama dan selalu bermain bersama-sama pula. Mereka seperti layaknya saudara kandung. Namun sewaktu muda, mereka menempuh jalan sendiri-sendiri. Hamzah merintis jalan untuk memperoleh kedudukan disamping para pembesar Makkah dan pemimpin Quraisy. Sementara Nabi Muhammad saw. Masih tetap menuruti bisikan hati menghindari dari bisingnya kehidupan kota. Meskipun dua anak muda ini karir politiknya bertolak arah, akan tetapi ikatan keluarga mereka sangat kuat.

Hamzah adalah orang yang pertama memimpin perang Sariyah (angkatan bersenjata tanpa disertai nabi). Semenjak masuk islam ia bernadzar membaktikan segala keperwiraan, kesehatan dan hidupnya untuk Allah swt. dan islam. Ia di beri gelar oleh Nabi sebagai “Singa Allah dan Rasul-Nya”. Gelar “singa” pantas disandangnya karena sebelum masuk islam dialah orang yang selalu membela Nabi saw. Yang sudah dikenalnya semenjak kecil. Setelah masuk islam kbraniannya luar biasa di medan laga. Setiap kepala yang ada di kiri-kanannya selalu di tebas dengan pedangnya termasuk Abu Jahal.

 

 

 

  1. Salaman Al-Farisi

Salman berasal dari keluarga kaya raya dengan kekayaan yang berlimpah ruah. Dia adalah seorang politkus Nabi saw. Dalam mengatur siasat dan strategi perang.

  1. Hikamah yang Dapat dipetik Dari Kisah Sahabat Nabi

Pertama, bahwa orang hidup harus berpihak pada kebenaran dan berani mempertahankan serta membela kebenaran apapun resikonya.

Kedua, bahwa setiap kemungkaran harus dilawan dan dihancurkan.

Ketiga, bahwa dalam menegakkan agama islam harus penuh perhitungan dan mempunyai straregi yang matang. Agar ajaran agama islam itu dapat dibaca dan diwariskan kepada umat berikutnya, maka perlu diabadikan dalam bentuk tulisan.

Keempat, kejayaan islam harus didukung oleh pemeluk-pemeluknya yang cerdas, berani dan ahli dalam strategi perjuangan serta punya rasa kesetiakawanan.

 

  1. C.     Kisah Teladan Siti Khadijah dan Siti Aisyah

Siti Khadijah adalah seorang janda kaya dari golongan terhormat, yang kemudian ia menikah dengan Nabi Muammad saw. Pada usia 40 tahun sedangkan Nabi saw. Berusia 25 tahun. Ketika Nabi saw. Diangkat menjadi Rasulullah, maka Khadijah termasuk orang yang pertama kali beriman dan senantiasa menyertai Nabi Muhammad saw. Sebagai pendampingnya baik dikala senang maupun susah. Dalam perjuangan menegakkan agama Allah swt. nabi Muhammad saw. selalu mendapatkan dorongan dan bantuan dari istri beliau, baik harta maupun jiwa.

Setelah Siti Khadijah wafat, Rasulullah menikah lagi dengan Siti Aisyah puteri sahabat karib beliau sendiri yang bernama Abu Bakar Ash Shiddiq ra. Sebagai isteri Rasul Aisyah tidak hanya menempatkan diri sebagai seorang ibu rumah tangga yang baik, namun berfungsi juga sebagai penghafal hadits-hadits Nabi saw. Karenanya Aisyah merupakan faktor dalam pembentukan Syariat Islam pada masa Madinah. Posisi Aisyah dalam Agama Islam dilihat dalam pengakuan Rasulullah saw. Sendiri sebagai berikut :

خذوانصف دينكم عن هذه الخميراء)   الحديث(

Artinya : “ambilah separuh dari agamamu dari Aisyah (Al-Humaira) ini”.(Al-Hadits)

Pelajaran nyang dapat diambil dari kisah diatas adalah :

Pertama,seorang wanita harus menjaga harga dirinya serta kehormatannya, baik sebagai janda maupun masih perawan.

Kedua, kelebihan yang diberikan oleh Allah swt. baik berupa kekayaan maupun kepandaian harus dipergunakan untuk kepentingan umat dan agamanya.

Ketiga, sebagai seorang isteri harus menjadi pendamping suami yang baik, jujur dan setia, sehingga kehidupan menjadi damai dan tenteram.

 

  1. D.    Kisah Teladan Keluarga Yasir r.a dan Bilal r.a

Amar bin Yasir dan Bilal adalah budak-budak yang memperjuangkan dirinya untuk memperoleh kemerdekaan, seingga menjadi manusia yang utuh seperti layaknya manusia biasa.

Bilal semula adalah budak Umayya bin Khalaf, pemuka kaum Quraisy. Ia memeluk agama islam secara diam-diam tanpa seizin tuannya. Setelah tuannya mengetahui bahwa Bilal memeluk agama islam, maka di bujuknya untuk kembali ke agama Jahiliyah, agama nenek moyangnya. Bilal yang menikmati manisnya iman dan segarnya udara kebebasan tidaka memperduliksn sjsksn tuannya itu, ia tetap padapendiriannya menjadi pengikut setia Rasulullah saw. Melihat keteguhan Bilal pada pendiriannya itu, kemudian Umayyah bin Khalaf mengikatleher Bilal dengan tali, lalu anak-anak yang sedang bermain-main disuruhnya beramai-ramai menarik tali itu, namun Bilal tetap teguh. Kemudian Umayyah mengikat tangan Bilal dan dibawanya kepadang pasir saat panas matahari amat panasnya, lalu dadanya dibebeani batu yang amat berat, namun Bilal tetap menyatu dengan imannya. Dan aneka siksaan dari tuannya itu disambutnya dengan ucapan : “Ahad, Ahad, Ahad…”, sebagi manifestasi atas kecintaan kepada Allah swt. Dan Rasul utusan-Nya.

Lebih tragis lagi ialah siksaan yang menimpa Yasir dan isterinya (Sumayyah) serta putranya (Ammar). Mereka itu adalah budak-budak Abu Jahal. Karena Yasir dan keluarganya ini seperti Bilal, kemudian Abu Jahal bertindak keji, memanggang mereka satu persatu diatas bara api sampai mati kecuali Ammar putra Yasir. Pada saat itu Rasulullah saw. sendiri menyaksikan peristiwa keji yang menimpa sahabatnya itu, seraya berdo`a kepada Allah swt. : ”Ya Allah, ampunilah keluarga Yasir ini”.  Sebagai penghiburbeliau berkata : “Tabahkanlah hatimu, wahay keluarga Yasir, sebab surga tempat kembalimu”.

 

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah diatas yaitu : mereka berani menanggung segal beban siksaan, demi agama yang diyakini kebenarannya. Dengan ujuan dan cobaan itulah dapat dilihat apakah seseorang itu benar-benar beriman atau berpura-pura beriman. Apakah imannya kuat atau lemah. Hanyalah orang-orang yang telah dapat merasakan manisnya iman dan mendapat hidayah Ilahi yang benar-benar akan lulus dari ujian itu. Allah swt. berfirman :

|=Å¡ymr& â¨$¨Z9$# br& (#þqä.uŽøIムbr& (#þqä9qà)tƒ $¨YtB#uä öNèdur Ÿw tbqãZtFøÿムÇËÈ   ô‰s)s9ur $¨ZtFsù tûïÏ%©!$# `ÏB öNÎgÎ=ö6s% ( £`yJn=÷èu‹n=sù ª!$# šúïÏ%©!$# (#qè%y‰|¹ £`yJn=÷èu‹s9ur tûüÎ/ɋ»s3ø9$# ÇÌÈ  

Artinya :”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Q.S Al-Ankabut : 2-3)

 

  1. E.     Kisah Teladan Wali Songo

Para Wali itu sebagai penganjur Islam bersikap dan bertindak amat cermat dan bijaksana, sehingga pada umumnya masyarakat menerima seruan mereka dengan suka rela. Seperti Maulana Malik Ibrahim yang dikenal sebagai pendiri pondok pesantren di jawa, dalam pergaulannya dengan masyarakat amat ramah, rendah hati, amanah dan berbudi bahasa yang luhur. Landasan masyarakat islam di jawa yang telah dirintis beliau itu dilanjutkan oleh Raden Rahmat atau sunan ampel, beliau mendirikan pesantren di Ampel (Surabaya). Alumni pesantren Ampel ada yang menjadi tokoh agama dan ada pula yang menjadi tokoh agama, seperti Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Maulana Ishak yang menyebarkan Islam di daerah Blambangan dan Raden Patah yang menjadi sultan pertama kerajaan Bentara Demak.

Sunan Bonang dan Sunan Drajat adalah putera Sunan Ampel. Sunan Bonang memulai usahanya dengan mendirikan pesantren sebagai pusat kegiatannya di daerah Tuban (Jawa Timur). Beliau juga menggunakan gending-gending Jawa sebagai sarana dakwah dan dianggap sebagai pencipta Gending Dharma. Sedangkan Sunan Drajat dikenal sebagai seorang yang dermawan, beliau suka menolong anak-anak yatim piatu, anak-anak terlantar, para fakir miskin dan orang-orang yang ditimpa musibah.

Sunan Giri adalah putera Maulana Ishak, penganjur islam di Blambangan. Keistimewaan Sunan Giri adalah dapatmengutus murid-muridnya keluar jawa untuk menyebarkan islam. Dintara para Wali itu ada pula yang menonjol ilmu agamanya, melebihi yang lain, yaitu Sunan Kudus yang diberi gelar dengan ‘Waliyyul `ilmi’, beliau ahli Fiqih, Tauhid, Manthik, Sastra dan mendalami Sunnah. Ada pula yang dikenal sebagai filosof dan puajngga yaitu Sunan Kalijaga.

Berbeda dengan para wali yang lain, Fatahillah atau Sunan Gunung Jati. Beliau ahli agama dan dikenal sebagai pangliama  perang. Beliau dapat menguasai dan mengislamkan Banten, Sunda Kelapa dan Cirebon serta dapat mengusir Portugis dari Sunda kelapa.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah ini adalah :

  1. Bahwa mereka sebagai penganjur agama islam yang bersifat rendah hati, ramah dan memperhatikan adat istiadat dan budaya setempat.
  2. Mereka berdakwah melalui keteladanan pribadi yang luhur, mendirikan pesantren dan sarana kesenian setempat.
  3. Terhadap para penjajah mereka bersikap tegas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

MENGHINDARI PRILAKU TERCELA

  1. A.     Sifat-sifat Tercela Bagi Diri Sendiri
    1. Ujub (membanggakan diri)

Allah swt. Telah mencela prilaku ujub. Yang merasa segala nikmat, kejayaan, kemuliaa, kecerdasan,cakap, tangkas dan segala yang telah diperoleh itu adalah semata-mata hasil karyanya yang diperoleh atas kesungguhannya sendiri. Berkaitan dengan Ujub ialah Gurur yaitu tertipu dan terpedaya oleh perasaan diri sendiri.

  1. Takabur (sombong)

Takabur atau merasa dirinya lebih tinggi dari orang lain adalah buah/hasil dari ujub, jika seseorang telah bersemi rasa ujub tumbuhlah rasa Takabur. Orang semacam ini dibenci Allah swt. karena ia mengutamakan matanya, ia buta tidak mengetahui bahwa orang lain juga banyak yang lebih tinggi, lebih kaya dan lebih besar pangkatnya dari dia.

  1. Riya (pamer)

Ria ialah mengerjakan sesuatu amal dengan tidak ikhlas yakni dengan karena sesuatu untuk mendapat perhatian yang lain dari Allah swt. Riya itu ada dua macam :

–         Riya dunia, karena mengharapkan kedudukan dalam hati manusia dengan perantaraan kerja dunia. Ia memperlihatkan segala kemampuan dalam bekerja dihadapan pimpinannya/kepalanya agar mendapat kedudukan yang lebih tinggi.

–         Riya Ibadah, beribadah tidak karena Allah swt. Saja, misalnya seorang yang shalat ingin dilihat atau di dengar orang, maka ia dinamai riya. Shalatnya sah tetapi orang itu berdosa karena Riya-nya

Adapun yang dapat dijadikan bahan berbuat Riya (pamer) itu banyak sekali, tapi dapat disimpulkan menjadi lima :

  1. Tubuh,  2.  Pakaian,  3.  Ucapan,  4.  Perbuatan,  5.  Pengikut

 

 

  1. Sum`ah (mashur dan populer)

Sum`ah ialah menceritakan amal perbuatannya kepadaorang lain untuk memperoleh pujian.

  1. Malas

Sifat malas merupakan sifat yang tercela, oleh karena itu Rasulullah saw. sendirir memohon kepada Allah swt. Agar dijauhkan dari sifat malas itu. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. yang artinya : “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu (agar) terhindar dari kelemahan, kemalasan, ketakutan dan aku berlindung pula kepadamu dari azab kubur dan fitnah sewaktu hidup atau menjelang mati”. (HR. Muslim)

  1. Dalil yang berkenaan dengan sifat-sifat diatas

–         Dalil sifat Ujub dan Takabur

Ÿwur öÏiè|Áè? š‚£‰s{ Ĩ$¨Z=Ï9 Ÿwur Ä·ôJs? ’Îû ÇÚö‘F{$# $·mttB ( ¨bÎ) ©!$# Ÿw =Ïtä† ¨@ä. 5A$tFøƒèC 9‘qã‚sù ÇÊÑÈ  

Artinya:”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (Q.S Lukman :18)

 

$pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä Ÿw öy‚ó¡o„ ×Pöqs% `ÏiB BQöqs% #Ó|¤tã br& (#qçRqä3tƒ #ZŽöyz öNåk÷]ÏiB Ÿwur Öä!$|¡ÎS `ÏiB >ä!$|¡ÎpS #Ó|¤tã br& £`ä3tƒ #ZŽöyz £`åk÷]ÏiB ( …

Artinya:”Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. (Q.S Al-Hujurat : 11)

 

…. ¨bÎ) ©!$# Ÿw =Ïtä† `tB tb%Ÿ2 Zw$tFøƒèC #·‘qã‚sù ÇÌÏÈ  

Artinya:”Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”. (Q.S An-Nisaa : 36)

 

(#þqè=äz÷Š$$sù z>ºuqö/r& tL©èygy_ šúïÏ$Î#»yz $pkŽÏù ( }§ø¤Î7n=sù “uq÷WtB šúïΎÉi9s3tGßJø9$# ÇËÒÈ  

Artinya:Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka Amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (Q.S An-Nahl : 29)

Selanjutnya dalam hadits Rasulullah saw. juga menjelaskan :

لا يدخل جنة من ﻛﺎنﻓﻰﻗلبه مثقال ذرةمن كبر) رواه مسلم (

Artinya: “Tidak masuk sorga orang yang didalam hatinya ada kesombongan seberat semut”. (HR. Muslim)

 

–         Dalil sifat Riya dan Sum`ah

×@÷ƒuqsù šú,Íj#|ÁßJù=Ïj9 ÇÍÈ   tûïÏ%©!$# öNèd `tã öNÍkÍEŸx|¹ tbqèd$y™ ÇÎÈ  

Artinya:” Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dan riya dengan amal mereka dan enggan meminjamkan barang yang berguna . (Q.S Al-Ma`un :4-5)

من سمع سمعﷲبه, ومن يراﺌﯽ يراﺌﯽﷲبه (رواهالبخارى)

Artinya: “barang siapa yang memperdengarkan jasa-jasanya, niscaya Allah memperdengarkan keburukannya, dan barang siapa memperlihatkan kebaikan-kebaikannya, niscaya Allah memperlihatkan kejelekan-kejelekannya. (HR. Bukhari)

 

–         Dalil sifat Malas

žcÎ) ©!$# Ÿw çŽÉitóム$tB BQöqs)Î/ 4Ó®Lym (#rçŽÉitóム$tB öNÍkŦàÿRr’Î/ 3 …

Artinya:”Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (Q.S Ar-Ra`d :11)

 

  1. B.     Sifat-sifat Tercela Terhadap Orang Lain
    1. Dendam

Dendam ialah menyembunyikan permusuhan dalam hati dan menanti-nanti waktu yang baik untuk melepaskannya. Jika dendam itu dilakukan karena suatu penganiayaan yang dilakukan oleh seseorang kepada kita, namun sebaiknya diserahkan kepada Alla swt. biarlah Allah kelak yang membalasnya.

  1. Iri Hati (Dengki)

Dengki ialah berusaha untuk menghilangkan nikmat yang telah diperoleh seseorang, agar nikmat itu kembali kepadanya atau hilang dari orang yang di dengkinya itu.

  1. Menipu

Islam tidak membenarkan kita menuturkan kata-kata yang akibatnya menipu orang lain.

Pada sutu hari Rasulullah saw. pergi kepasar dan melalui seorang penjual makanan. Beliau membenamkan tangannya kedalam tumpukan makanan itu lalu Nabi merasa tangannya basah seraya berkata: “mengapa bahan makanan ini didalamnya basah? Penjual ini menjawab: “tadi malam hujan menimpanya. Mendengar itu Nabi saw. Menjawab : “mengapa yang basah ini tidak diletakan diatas?” Lalu Rasul saw. Bersabda: ( مسلم رواه )    من غشنافليس منا

Artinya: “barang siapa menipu, bukanlah ia dari golonganku. (HR. Muaslim)

  1. Fitnah

Tegasnya, Fitnah ialah menyebarkan kabar bohong yakni sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

  1. Bohong

Bohong artinya memberitakan atau menuturkan sesuatu yang berlainan dengan yang sebenarnya, walaupun dengan tidak disengaja.

  1. Dalil tentang sifat-sifat tercela terhadap orang lain

–         Dalil sifat Dendam

br&ur (#þqàÿ÷ès? ÛUtø%r& 3”uqø)­G=Ï9 4

Artinya :” dan memberi maaf itu lebih dekat kepada takwa. (Q.S Al-Baqarah : 27)

Rasulullah saw. bersabda :

ﺛﻼثةمن مكارم اﻻﺧﻼق عندﷲ:انتعفوعمن ظلمك وتعطي من حرمك وتصل من قطعك ( رواه الخطيب)

Artinya:”ada tiga perkara budi pekerti yang mulia disisi Allah: 1. Engkau suka memberikan maaf kepada orang yang telah menganiaya kamu, 2. Engkau memberikan pemberian kepada orang yang telah memutuskan pemberiannya kepada engkau, 3. Engkau menghubungi kepada orang yang telah memutuskan perhubungan dengan engkau”. (HR. Khatib)

 

 

 

–         Dalil sifat iri hati

اياكم والحسدفان الحسديأ كل الحسنات كما تأ كل النارالحطب (رواه أبوداود)

Artinya:”jauhkanlah dirimu dari dengki (iri hati), karena iri hati itu memakan segala kebaikan, sebagai mana api memakan kayu. (HR. Abu Daud)

–         Dalil sifat penipu

Rasul saw. Bersabda:              ( مسلم رواه )    من غشنافليس منا

Artinya: “barang siapa menipu, bukanlah ia dari golonganku. (HR. Muaslim)

–         Dalil sifat fitnah

bÎ) óOä.uä!%y` 7,ř$sù :*t6t^Î/ (#þqãY¨t6tGsù

Artinya:”Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti”. (Q.S Al-Hujurat : 6)

 $pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qç7Ï^tGô_$# #ZŽÏWx. z`ÏiB Çd`©à9$# žcÎ) uÙ÷èt/ Çd`©à9$#

Artinya:”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. (Q.S Al-Hujurat :12)

èpuZ÷FÏÿø9$#ur ‘‰x©r& z`ÏB È@÷Gs)ø9$# 4 Ÿ

Artinya:”Dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, (Q.S Al-Baqarah :191)

ﻻيدخلالجنة قتات (رواه ابخارى)

Artinya:”tidak akan masuk sorga orang-orang yang suka meggunjing”.  (HR. Al-Bukhari)

–         Dalil sifat bohong

ﻻيؤمن العبداﻻيمان كله حتى يترك الكذب من المزاحمة ويترك المراء وان كان صادقا (رواه احمد)

Artinya:”Tiada beriman seorang hamba dengan iman yang kokoh sehingga ia meninggalkan dusta/bohong walaupun dengan senda gurau, dan ia meninggalakan perdebatan, walaupun yata-yata ia dalam kebenaran.” (HR. Ahmad)

Firman Allah swt:      انﷲﻻيهدي من هومسرف كذاب

Artinya:”bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk bagi orang yang pemboros lagi sangat dusta.

 

 

 

BAB III

SIMPULAN DAN SARAN

  1. A.     Simpulan
    1. Seorang muslim harus berbuat baik terhadap sesama manusia.
    2. Manusia harus berusaha atau berikhtiar untuk mengubah nasibnya.
    3. Sebagai umat islam kita wajib bekerja dengan giat, sebab dengan bekerja kita dapat mandiri serta dapat mengembangkan potensi diri, bertanggung jawab, disiplin dan memiliki solidaritas sosial yang tinggi.
    4. Cinte terhadap suatu pekerjaan merupakan kunci keberhasilan seseorang dalam hidupnya.
    5. Manusia harus sabar dan tabah dalam menghadapi suatu cobaan dan jika mendapat nikmat harus selalu bersyukur karena semua itu adalah ketentuan dari Allah swt.
    6. Islam sangat menganjurkan kejujuran. Rasulullah saw. Telah memberi contoh kejujuran dalam sikap kehidupan beliau.
    7. Kejujuran sangat bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat, orang jujur selalu di percaya, merasa tenang, dan selalu tenteram.

 

  1. B.     Saran
    1. Siswa mengetahui kisah Rasul Ulul Azmi dan sahabat Nabi saw. Kisah Khadijah dan Aisyah, keluarga Yasir dan Bilal dan juga kisah Wali Songo serta mampu meneladaninya.
    2. Siswa mengetahui dan menyadari beberapa sifat tercela baik bagi diri sendiri maupun terhadap orang lain sertamampu menghindarinya.

About Bang Akil Bent

Sudah Lahir Sudah Terlanjur...Mengapa Harus Menyesal...Hadapi Dunia Berani!!!

Posted on 2 Maret 2012, in Serpihan Perkuliahan. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: