Makalah Metodologi Belajar Agama

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1    Latar Belakang Penulisan Laporan

Pembelajaran merupakan salah satu unsur penentu baik tidaknya lulusan yang dihasilkan oleh suatu sistem pendidikan. Pembelajaran ibarat jantung dari proses pendidikan. Pembelajaran yang baik cenderung menghasilkan lulusan dengan hasil belajar yang baik pula, demikian pula sebaliknya.

Hasil belajar pendidikan di Indonesia masih dipandang kurang baik. Sebagian besar siswa belum mampu menggapai potensi ideal/optimal yang dimilikinya. Oleh karena itu, perlu ada perubahan proses pembelajaran dari kebiasaan yang sudah berlangsung selama ini.

1

Guru mesti membuat perancangan pelajaran sebelum memulakan pengajaran dan pembelajaran, termasuklah guru berpengalaman, guru cemerlang dan guru pakar. Persediaan mengajar oleh guru akan melibatkan masa yang berbeda mengikuti pencapaian murid, kelas, bahan, dan kearifan individu guru. Objektif dan isi pelajaran disusun mengikuti keutamaan atau kefahaman murid, seperti bermula dari aspek yang mudah kepada yang lebih sukar, aspek yang berada dalam pengetahuan atau pengalaman murid kepada perkara yang belum berada dalam pengetahuan dan pengalaman mereka. Setiap perkembangan pelajaran diikuti pula oleh aktiviti murid secara terancang dan sebahagainnya spontan. Pendekatan berasaskan spiral curriculum membolehkan murid mengembangkan ilmu sedia ada dan memantapkan pengalaman tersedia. Mereka akan mengikuti pengajaran peringkat demi peringkat, langkah demi langkah, fakta demi fakta, yang keseluruhannya secara sistematik dan efektif.

 

 

1.2    Tujuan Penulisan Laporan

Adapun tujuan dalam penulisan laporan buku ini adalah sebagai berikut :

  1. Dapat memahami pengertian pendidikan dan pengajaran.
  2. Mendapatkan pemahaman tentang metodologi pengajaran agama islam.
  3. Mengetahui tentang dan prinsip pembuatan Lesson Plan.
  4. Memahami metode khusus dalam pendidikan agama islam.
  5. Mengenal langkah-langkah Cara Belajar Siswa Aktif.

 

1.3    Sistematika Penulisan Laporan

BAB I PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang

1.2     Tujuan

1.3     Sistematika

BAB II PEMBAHASAN

2.1     Identitas buku

2.2     Ruang lingkup permasalahan yang dibahas

2.3     Cara pengarang menjelaskan dan menyelesaikan permasalahan

2.4     Konsep dan teori yang dikembangkan serta kesimpulan

2.5     Pendapat anda tentang isi buku

BAB III SIMPULAN

3.1     Simpulan

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1    Identitas Buku

Nama Pengarang : Dr. Ahmad Tafsir

Judul Buku          : Metodologi Pengajaran Agama Islam

Tahun Terbit        : 1995

Kota Penerbit      : Bandung

Penerbit               : PT. Remaja Rosda Karya

Jumlah Halaman : 243 halaman

 

2.2    Ruang Lingkup Permasalahan yang Dibahas

  1. Bab I Pendahuluan

Penulisan buku “Metodologi Pengajaran Agama Islam” di dasari oleh Undang-undang No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Yang mana didalamnya ditegaskan bahwa tujuan pendidikan nasional ialah mencerdaskan manusia Indonesia seutuhnya. Yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, penulisan buku ini merupakan salah satu panduan dalam upaya untuk meningkatkan pelaksanaan pendidikan agama di sekolah serta sebagai landasan dalam peningkatan kemampuan guru dalam mengajarkan agama kepada muridnya.

  1. Bab II Pengertian Pendidikan dan Pengajaran

Setelah mengutip dari berbagai sumber menurut para ahli pendidikan, maka pengarang dalam bukunya mengambil kesimpulan bahwa pengertian Pendidikan dan Pengajaran adalah sebagai berikut :

3

 

 

  1. Pendidikan

Pendidikan adalah usaha meningkatkan dir dalam segala aspek. Definisi ini mencakup kegiatan pendidikan yang melibatkan guru maupun yang tidak melibatkan guru (pendidik), mencakup pendidikan formal, maupun non-formal serta informal. Segi yang dibina oleh pendidikan dalam definisi ini adalah seluruh aspek kepribadian.

  1. Pengajaran

Pengajaran adalah suatu kegiatan yang menyangkut pembinaan anak mengenai segi kognitif dan psikomotor semata-mata, yaitu supaya anak lebih banyak pengetahuannya, lebih cakap berfikir kritis, sistematis, dan objektif, serta tampil dalam mengerjakan sesuatu. Misalnya terampil dalam menulis, membaca dan sebagainya.

  1. Bab III Pengertian Metodologi Pengajaran Agama Islam

Pada bab ini dijelaskan bahwa metodologi pengajaran agama islam merupakan sebuah pembahasan mengenai cara-cara membuat lesson plan (rencana pembelajaran) agama islam. Dengan kata lain, bahwa metodologi pengajaran agama islam adalah pembahasan tentang metode atau metode-metode pengajaran agama islam.

  1. D.    Bab IV Prinsip-prinsip dalam Pembuatan Lesson Plan

Setelah membaca keseluruhan isi bab ini, di dalamnya diuraikan mengenai prinsip-prinsip dlam pembuatan lesson plan, yaitu sebagai berikut :

  1. Memahami tujuan pendidikan,
  2. Menguasai bahan pelajaran,
  3. Memahami teori-teori pendidikan selain pengajaran,
  4. Memahami prinsip-prinsip mengajar,
  5. Memahami metode-metode mengajar,
  6. Memahami teori-teori belajar,
  7. Memahami beberapa model pengajaran yang penting,
  8. Prinsip-prinsip evaluasi, dan
  9. Memahami langkah-langkah membuat leson plan.
  10. Bab V Cara Membuat Lesson Plan : Model Dasar

Pada bab ini pengaran menuturkan sebuah ringkasan buku berjudul De Cecco (1968) yang membicarakan sebuah model dasar pengajaran yang parel dengan sebuah model dasar lesson plan. Kemampuan membuat lesson plan bentuk satuan pelajaran ataupun modul, atau bentuk lainnya, akan lebih mudah dikuasai bila teori-teori dasarnya telah dikuasai. Adapun modelnya sebagai berikut :

 

  1. Bab VI Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam : Model Dasar

Penjelasan mengenai metodik khusus Pendidikan Agama Islam dalam buku ini adalah sebagai berikut :

Langkah pertama = merumuskan tujuan pengajaran.

Langkah kedua = menetapkan tes dam cara melaksanakan tes

Langkah ketiga = merencanakan cara mengetahui entering behavior siswa

Langkah keempat = merencanakan prosedur mengajar

  1. Bab VII Lesson Plan untuk Pengajaran Keterampilan

Pada pengajaran keterampilan, perencanaan pembelajaran dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini :

  1. Rumuskan tujuan pengajaran khusus,
  2. Jelaskan kepada murid keterampilan apa yang akan mereka kuasai setelah latihan berlangsung,
  3. Menentukan entering behavior,
  4. Menganalisis satuan dalam keterampilan yang akan diajarkan,
  5. Latihan menguasai keterampilan.
  6. Bab XIII Lesson Plan Agama Islam Aspek Kognitif

Dalam bab ini, diuraikan mengenai apa itu konsep dan prinsip yang pada intinya adalah sebagai berikut :

  1. Konsep adala gambaran umum dari suatu ide atau gagasan dari sistem penalaran. Biasanya gambaran umum itu bersifat abstrak. Dalam sistem penalaran, harus memberikan batas atau ruang lingkup agar jelas berbeda satu dengan yang lainnya, baik bentuk, sifat, atau material dari ide atau gagasan tersebut.
  2. Prinsip dapat dipahami sebagai ketentuan yang harus ada atau harus dijalankan, atau boleh juga dan dapat berarti suatu aturan umum yang dijadikan sebagai panduan. 
  3. Bab IX Pembinaan Sikap Beragama

Didalamnya ada uraian mengenai usaha penanaman iman di rumah tangga. Yang harus diperhatika orang tua dalam penanaman iman di rumah tangga adalah dihati anak-anaknya, yaitu :

  1. Mebina hubungan harmonis dan akrab antara suami isteri (ayah dan ibu anak),
  2. Mebina hubungan harmonis dan akrab antara orang tua dan anak,
  3. Mendidik (membiasakan memberi contoh, dll) sesuai dengan tuntutan islam.
  4. Bab X Cara Belajar Siswa Aktif

Pada bab ini diuraikan mengenai pengertian Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) yang merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang menitik beratkan pada keaktifan siswa, yang merupakan inti dari kegiatan belajar.

Beberapa langkah CBSA adalah sebagai berikut :

  1. Menyiapkan lembaran kerja,
  2. Menyusun tugas bersama siswa,
  3. Memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan,
  4. Memberikan bantuan dan pelayanan kepada siswa apabila siswa mendapat kesulitan,
  5. Menyampaikan pertanyaan yang bersifat asuhan,
  6. Membantu mengarahkan kesimpulan umum,
  7. Memberikan bantuan dan pelayanan khusus kepada siswa yang lambat,
  8. Menyalurkan bakat dan minat siswa, serta
  9. Mengamati setiap aktivitas siswa.

 

2.3    Cara Pengarang Menjelaskan dan Menyelesaikan Permasalahan

Dalam penjelasannya pengarang menggunakan pola deduktif, yaitu ide-ide yang telah dirumuskan dalam kalimat diatur dengan ide yang bersifat umum (premis mayor), diletakan pada bagian awal dan diikuti dengan ide yang bersifat khusus. Ini terlihat dalam penguraiannya pada tiap bab, yang mana dalam penataannya direalisasikan dengan menampilkan kalimat topik terlebih dahulu (pada awal bab), kemudian dilanjutkan dengan kalimat penjelas.

Pengarang dalam bukunya “Metodologi Pengajaran Agama Islam” menuturkan bagaimana sebuah kegiatan pembelajaran berjalan efektif dengan sebuah metode yang tepat guna. Permasalahan pengarang dalam bukunya ini terjadi dikarenakan masih adanya kegiatan pembelajaran yang monoton tanpa adanya sebuah lesson plan (Perencanaan Pembelajaran) terlebih dahulu. Harapan pengarang setelah penerbitan buku tersebut, bagi kita sebagai calon pendidik agar diupayakan mempertimbangkan lesson plan pada setiap pembelajaran, sehingga peserta didik dapat dengan aktif mengikutinya.

 

 

2.4    Konsep dan Teori Yang Dikembangkan serta Kesimpulan

Buku ini mencoba mengetengahkan berbagai konsep dan teori yang mengenai metode dalam penyusunan lesson plan yang mudah dipahami oleh pembaca. Wacana yang disajikan dalam buku ini sesuai dengan kenyataan, tidak tidak dibuat-buat. Hal ini terbukti disebutkannya sumber secara jelas disamping itu, bacaan yang ada sesuai dengan tingkat pemahaman. Sementara itu, kekuatan konsep dan teori tercermin dari kesesuaian teori dan konsep yang disajikan untuk mencapai kompetensi calon pendidik dengan definisi yang berlaku dalam bidang kependidikan dan keagamaan. Selain itu, kekuatan teori dan konsep itu terlihat juga dalam penggunaannnya yang tepat sesuai dengan fenomena yang dibahas dan tidak menimbulkan banyak tafsir (ambigu).

Secara ringkas, sesuai dengan judulnya buku Metodologi Pengajaran Agama Islam ini memberikan tuntunan kepada guru yang akan mengajarkan agama islam disekolah, juga bagi orang tua dirumah yang berkewajiban menanamkan iman dihati anak-anaknya.

Sesuai dengan kehendak Pancasila dan UUD 1945, Undang-undang tentang Pendidikan Nasional yaitu Undang-undang Nomor 2 tahun 1989 menegaskan bahwa tujuan pendidikan nasional ialah manusia Indonesia yang utuh, yaitu yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, dan seterusnya. Buku tersebut merupakan usaha memberikan bantuan dalam menyiapkan manusia Indonesia yang beriman dan bertqwa tersebut.

Buku tersebut tidak hanya akan membantu calon guru agama islam yang belajar pada fakultas tarbiyah, buku ini akan berguna juga bagi semua orang yang mengajarkan agama islam baik disekolah, dirumah, dimesjid, dikantor-kantor, diperusahaan atau di unit-unit kerja yang lainnya. Sungguh, tanggung jawab menyiapkan warga negara yang beriman dan bertaqwa bukanlah merupakan tanggung jawab guru agama disekolah saja, melainkan itu merupakan tanggung jawab bersama.

Dari uraian di atas dapat saya simpulkan sebagai berikut :

  1. Buku ini merupakan salah satu panduan dalam upaya untuk meningkatkan pelaksanaan pendidikan agama di sekolah serta sebagai landasan dalam peningkatan kemampuan guru dalam mengajarkan agama kepada muridnya.
  2. Pendidikan adalah usaha meningkatkan diri dalam segala aspek kepribadian. Sedangkan Pengajaran adalah suatu kegiatan yang menyangkut pembinaan anak mengenai segi kognitif dan psikomotor semata.
  3. Metodologi pengajaran agama islam merupakan sebuah pembahasan mengenai cara-cara membuat lesson plan (rencana pembelajaran) agama islam. Dengan kata lain, bahwa metodologi pengajaran agama islam adalah pembahasan tentang metode atau metode-metode pengajaran agama islam.
  4. Prinsip-prinsip dalam Pembuatan Lesson Plan yaitu sebagai berikut :
    1. Memahami tujuan pendidikan,
    2. Menguasai bahan pelajaran,
    3. Memahami teori-teori pendidikan selain pengajaran,
    4. Memahami prinsip-prinsip mengajar,
    5. Memahami metode-metode mengajar,
    6. Memahami teori-teori belajar,
    7. Memahami beberapa model pengajaran yang penting,
    8. Prinsip-prinsip evaluasi, dan
    9. Memahami langkah-langkah membuat leson plan.
  5. Kemampuan membuat lesson plan bentuk satuan pelajaran ataupun modul, atau bentuk lainnya, akan lebih mudah dikuasai bila teori-teori dasarnya sudah dikuasai.
  6. Metodik khusus Pendidikan Agama Islam dalam buku ini adalah sebagai berikut :

Langkah pertama = merumuskan tujuan pengajaran.

Langkah kedua = menetapkan tes dam cara melaksanakan tes

Langkah ketiga = merencanakan cara mengetahui entering behavior siswa

Langkah keempat = merencanakan prosedur mengajar

  1. Pada pengajaran keterampilan, perencanaan pembelajaran dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini :

 

 

  1. Rumuskan tujuan pengajaran khusus,
  2. Jelaskan kepada murid keterampilan apa yang akan mereka kuasai setelah latihan berlangsung,
  3. Menentukan entering behavior,
  4. Menganalisis satuan dalam keterampilan yang akan diajarkan,
  5. Latihan menguasai keterampilan.
  6. Konsep adala gambaran umum dari suatu ide atau gagasan dari sistem penalaran. Biasanya gambaran umum itu bersifat abstrak.. Sedangkan Prinsip dapat dipahami sebagai ketentuan yang harus ada atau harus dijalankan, atau boleh juga dan dapat berarti suatu aturan umum yang dijadikan sebagai panduan. 
  7. Dalam Pembinaan Sikap Beragama Yang harus diperhatika orang tua dalam penanaman iman di rumah tangga adalah dihati anak-anaknya, yaitu :
    1. Mebina hubungan harmonis dan akrab antara suami isteri (ayah dan ibu anak),
    2. Mebina hubungan harmonis dan akrab antara orang tua dan anak,
    3. Mendidik (membiasakan memberi contoh, dll) sesuai dengan tuntutan islam.
  8. Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) yang merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang menitik beratkan pada keaktifan siswa, yang merupakan inti dari kegiatan belajar.

 

 

2.5    Pendapat Anda Tentang Isi Buku

Menurut saya, buku “Metodologi Pengajaran Agama Islam” ini layak untuk menjadi panduan bagi calon-calon pendidik dan dapat dijadikan sebagai inspirasi dalam pembuatan lesson plan. Pembahasan didalamnya sangat mudah dimengerti dan sistematis. Ada banyak pesan dan pengetahuan yang bermakna setelah saya membacanya.

Buku ini merupakan kumpulan tulisan DR. Ahmad Tafsir. Walaupun demikian, penyusunan dan penyuntingan buku ini menurut saya sangat baik, sehingga kepingan-kepingan tulisan tersebut mampu menjadi sebuah pemikiran utuh berbentuk buku.

Sebagai calon guru, arah pemikiran DR. Ahmad Tafsir dalam bukunya sudah dapat saya prediksikan, bahkan sebelum saya membaca buku tersebut. Selanjutnya, buku ini juga menggambarkan mau dibawa kemana para pembaca setelah pembacaannya.

Dengan sudut pandang islam, melalui buku ini DR. Ahmad Tafsir mencoba menyadarkan/mengarahkan para pembaca khususnya bagi calon pendidik agar mengelola pembelajaran dengan efektif dan efisien melalui pengaplikasian metode mengajar yang tepat. Sebagai contoh, saya kutip tulisan beliau disalah satu bab pada buku ini,

“Pengajaran agama islam yang cepat dan tepat, sama halnya dengan mata pelajaran lain, harus menggunakan teori-teori pengajaran pada khususnya, dan teori-teori pendidikan pada umumnya. Dalam kenyataannya, teori ini banyak sekali. Dengan demikian, kemungkinan untuk membuat lesson plan agama islam dengan baik menjadi terbuka” (1995 : 84)”

Ditulisan lain, bertolak dari asumsi Glaser, beliau mengkritik salah satu model pembelajaran yang menurut beliau masih kurang dan hanya dijadikan sebagai basic (dasar). Dalam pengertian, model tersebut dapat dikembangkan keberbagai bentuk lesson plan, sehingga dalam pengaplikasiannya lebih mumpuni.

Terakhir, menurut saya buku ini sangat patut dijadikan “buku wajib” bagi setiap pegiat kajian kependidikan, khususnya yang mengarah kepada Pendidikan Agama Islam dalam menempuh pembelajaran yang efektif dan efisien.


BAB III

SIMPULAN

3.1  Simpulan

  1. Pendidikan adalah usaha meningkatkan dir dalam segala aspek. Definisi ini mencakup kegiatan pendidikan yang melibatkan guru maupun yang tidak melibatkan guru (pendidik), yang melibatkan seluruh aspek kepribadian. Sedangkan Pengajaran adalah suatu kegiatan yang menyangkut pembinaan anak mengenai segi kognitif dan psikomotor.
  2. Metodologi pengajaran agama islam merupakan sebuah pembahasan mengenai cara-cara membuat lesson plan (rencana pembelajaran) agama islam.
  3. prinsip-prinsip dlam pembuatan lesson plan, yaitu sebagai berikut :
    1. Memahami tujuan pendidikan,
    2. Menguasai bahan pelajaran,
    3. Memahami teori-teori pendidikan selain pengajaran,
    4. Memahami prinsip-prinsip mengajar,
    5. Memahami metode-metode mengajar,
    6. Memahami teori-teori belajar,
    7. Memahami beberapa model pengajaran yang penting,
    8. Prinsip-prinsip evaluasi, dan
    9. Memahami langkah-langkah membuat leson plan.
  4. khusus Pendidikan Agama Islam dalam buku ini adalah sebagai berikut :

12

Langkah pertama = merumuskan tujuan pengajaran.

Langkah kedua = menetapkan tes dam cara melaksanakan tes

Langkah ketiga = merencanakan cara mengetahui entering behavior siswa

Langkah keempat = merencanakan prosedur mengajar.

 

 

  1. Beberapa langkah CBSA adalah sebagai berikut :
    1. Menyiapkan lembaran kerja,
    2. Menyusun tugas bersama siswa,
    3. Memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan,
    4. Memberikan bantuan dan pelayanan kepada siswa apabila siswa mendapat kesulitan,
    5. Menyampaikan pertanyaan yang bersifat asuhan,
    6. Membantu mengarahkan kesimpulan umum,
    7. Memberikan bantuan dan pelayanan khusus kepada siswa yang lambat,
    8. Menyalurkan bakat dan minat siswa, serta
    9. Mengamati setiap aktivitas siswa.

 

Oleh : IWAN (IAILM SURYALAYA)

 

About Bang Akil Bent

Sudah Lahir Sudah Terlanjur...Mengapa Harus Menyesal...Hadapi Dunia Berani!!!

Posted on 2 Maret 2012, in Serpihan Perkuliahan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: