Makalah Pendidikan Agama Islam Dalam Lingkungan

BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Penulisan Laporan

Pendidikan merupakan sebuah proses untuk memaknai kehidupan. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin mengedepankan teknologi yang telah mempermudah hidup dan kehidupan, banyak kesenangan hidup yang dinikmati serta fasilitas yang dapat dirasakan dengan bertambahnya setiap penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi. Akan tetapi semua itu pada kenyataannya banyak sekali kesenangan yang diperoleh itu justru menyebabkan malapetaka dan membuat manusia semakin lupa kepada Tuhannya.

Semakin canggihnya ilmu pengetahuan, semakin majunya peredaran zaman dan manusiapun beragam. Kemewahan di bidang harta tidak akan menjamin kebahagiaan seseorang jika orang tersebut tidak bisa menikmati kekayaan itu, apalagi bagi orang yang serba kekurangan atau merasa kurang cukup terus-menerus. Banyak anak-anak yang tidak patuh lagi kepada orang tuanya, tentunya sangat dikhawatiran yang mengakibatkan perasaan tidak tenang dan selalu gelisah, bahkan banyak orang yang mengalami penyakit stress yang mereka sendiri tidak tahu obatnya, mencari tempat berpegang kepada siapa dan bagaimana cara menenangkan perasaan yang stress itu, bahkan mereka sering bingung, dihinggapi rasa takut dan rasa bersalah yang tidak tahu sebabnya.

1

Oleh karena itu, tentu sangat perlu dijelaskan bagaimana pendidikan anak sebelum lahir, masa bayi, masa kanak-kanak, dewasa, bahkan sampai mereka tua. Pendidikan anak pada usia dini juga sangat dianjurkan, hal ini dimaksudkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena pendidikan agama islam sejak dini sengat berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik. Proses belajar dan pembelajaran bisa dilakukan pada jalur formal maupun informal.

Maka dengan demikian, penulis merasa tertarik untuk mengulas tentang buku yang berjudul “Panduan Pendidikan Agama Islam Pada Masyarakat”.

 

1.2    Tujuan Penulisan Laporan

Adapun tujuan dari pada penulisan Laporan Buku ini adalah :

  1. Untuk mengetahui tentang pengertian dan sasaran pendidikan agama islam.
  2. Untuk mengetahui peran rumah tangga sebagai lembaga pendidikan informal.
  3. Untuk mengetahui pendidikan agama pada masyarakat.
  4. Untuk mengetahui implementasi pendidikan islam.

 

1.3    Sistematika Penulisan Laporan

BAB I PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang

1.2     Tujuan

1.3     Sistematika

BAB II PEMBAHASAN

2.1     Identitas buku

2.2     Ruang lingkup permasalahan yang dibahas

2.3     Cara pengarang menjelaskan dan menyelesaikan permasalahan

2.4     Konsep dan teori yang dikembangkan serta kesimpulan

2.5     Pendapat anda tentang isi buku

 

 

BAB III SIMPULAN

3.1     Simpulan

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1    Identitas Buku

Nama Pengarang : Dra. Nuryanis, M.Ag

Judul Buku          : Panduan Pendidikan Agama Islam Pada Masyarakat

Tahun Terbit        : 2003

Kota Penerbit      : Jakarta

Penerbit               : Proyek Peningkatan Tenaga Keagamaan Penyuluh Agama

Jumlah Halaman : 121 halaman

 

2.2    Ruang Lingkup Permasalahan yang Dibahas

  1. Pengertian dan Sasaran Pendidikan Agama Islam

Dalam Bahasa Arab pendidikan diartikan dengan tarbiyah. Pendidikan berasal dari kata didik = ajar ditambah awalan “me” berarti mendidik yang berarti memelihara, dan memberi latihan, tuntunan; jika ditambah dengan awalan “pe” menjadi pendidik berarti orang yang mendidik; ditambah akhiran “an” menjadi pendidikan berarti proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan serta memerlukan tahapan dan proses.

Agama merupakan sistem, prinsip kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Pencipta dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Pendidikan agama adalah pendidikan yang didasari ajaran agama. Pendidikan agama islam adalah pendidikan yang didasari oleh ajaran agama islam. Unsur-unsur pendidikan adalah sebagai berikut :

  1. Memelihara fitrah anak dan memantapkannya dengan penuh pehatian.
  2. 4

    Menumbuhkembangkan aneka ragam bakat dan kesiapan anak.

  1. Mengarahkan potensi atau fitrah yang dimiliki anak kearah yang lebih baik.
  2. Orang tua sebagai motivator terhadap perkembangan anaknya, kemudian diteruskan oleh guru di sekolah atau masyarakat sebagai   lingkungan yang mempengaruhi pendidikan dan perkembangan anak.

Sasaran Pendidikan Agama ditujukan kepada semua manusia sesuai dengan misi nabi muhammad SAW yaitu untuk seluruh alam. Ditujukan mulai kepada anak usia dini, remaja, dewasa dan lanjut usia dalam istilah pendidikan disebut Long Live Education (pendidikan seumur hidup). Tujuan pendidikan agama adalah untuk mengusahakan agar masyarakat berkembang ke arah yang lebih baik sesuai dengan ajaran agama yang diawali dengan akhlak yang baik.

Pendidikan anak usia dini (0-6 tahun) dimulai dari anak dilahirkan sampai berumur 6 tahun dengan tahapan sebagai berikut :

  1. Masa bayi (0-2 tahun), di telinga sebelah kanan bagi anak laki-laki dan diqamatkan di telinga sebelah kiri bagi perempuan.
  2. Aqiqah, pada hari ke tujuh kelahiran seorang bayi disunnahkan bagi orang tua atau walinya untuk melakukan aqiqah yakni menyembelih satu ekor kambing bagi anak perempuan dan dua ekor kambing bagi anak laki-laki.
  3. Khitanan, peranan ibu sangat dominan dalam menanamkan pendidikan agama kepada anak di usia ini. Setiap hari seorang ibu perlu memperhatikan perkembangan yang terjadi pada anaknya baik secara biologis maupun psikisnya. Perkembangan anak sesuai dengan tahap-tahap umur tertentu yang perlu diketahui orang tua agar bisa memperlakukan anak dengan benar. Anak berumur 6  tahun tidak disebut bayi lagi, tetapi sudah disebut anak-anak masanya pun disebut masa kanak-kanak.

 

 

  1. Rumah Tangga sebagai Lembaga Pendidikan Informal
  2. Orang Tua Sebagai Tokoh Pendidikan Informal

Dalam mendidik dan menumbuh kembangkan anak-anak, orang tua atau tokoh ibu dan bapak sangat memegang peranan yang sangat penting, baik-buruknya kelakuan anak, orang tualah yang memegang peranan (Teori Tabularasa). Pendidikan rumah tangga ini disebut juga dengan pendidikan informal. Peranan ibu dan bapak antara lain :

  1. Ibu bapak sebagai pengatur  kebersihan anak
  2. Ibu bapak sebagai teladan bagi anak
  3. Ibu bapak sebagai pendorong dalam tindakan anak
  4. Ibu bapak sebagai teman bermain
  5. Ibu bapak sebagai pengayom jika anak merasa takut
  6. Ibu sebagai penjaga utama kesehatan anak dan sebagai teman bermainan kepribadian

Dalam hubungan ini orang tua perlu menyadari betapa pentingnya pendidikan agama bagi anggota keluarga. Khususnya anak, karena akan sangat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan budi pekerti dan anak. Oleh sebab itu orang tua berkewajiban untuk memberikan bimbingan dan contoh konkrit berupa suritauladan kepada anak agar mereka dapat hidup selamat dan sejahtera.

  1. Pendidikan anak Pada Usia Dini

Menurut teori pendidikan Islam, teori pendidikan anak dimulai jauh sebelum anak diciptakan. Dalam hubungan ini orang tua perlu menyadari betapa pentingnya pendidikan agama islam setiap anggota keluargakhususnya bagi anak-anak. Pendidikan agama yang ditanamkan sedini mungkin kepada anak-anak akan sangat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan budi pekerti dan kepribadian mereka.

Oleh sebab itu orang tua berkewajiban untuk memberikan bimbingan dan contoh konkrit berupa suri tauladan kepada anak-anak bagaimana seseorang harus melaksanakan ajaran agama dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, agar mereka dapat hidup selamat dan sejahtera. Jadi, keluarga mempunyai fungsi sebagai berikut :

  1. Keluarga Sebagai Wadah Utama Pendidikan
  2. Pembentukan Keluarga
  3. Keluarga ialah masyarakat terkecil sekurang kurangnya terdiri dari pasangan suami isri sebagai sumber intinya berikut anak-anak yang lahir dari mereka. Agar tujuan terlaksana maka perlu meningkatkan tentang bagaimana membina kehidupan keluarga sesuai dengan tuntutan agama dan ketentuan hidup bermasyarakat .
  4. Pembinaan Keluarga
  5. Maksudnya adalah segala upaya pengelolaan atau penanganan berupa merintis, meletakkan dasar, melatih, membiasakan, memelihara, mencegah, mengawasi, menyantuni, mengarahkan serta mengembangkan kemampuan suami istri untuk mencapai tujuanmewujudkan keluarga bahagia sejahtera dengan mengadakan dan menggunakan segala dana dan daya yang dimiliki.
  6. Pendidikan Agama pada Masyarakat
    1. Pengertian Masyarakat

Masyarakat adalah kumpulan dari orang banyak yang berbeda-beda, tetapi menyatu dalam ikatan kerjasama dan mematuhi peraturan yang disepakati bersama. Proses terbentuknya masyarakat :

  1. Masyarakat islam yang pertama, yakni masyarakat yang memiliki tatanan etika sosial sesuai dengan ajaran Islam yang dikenal dengan masyarakat Agamis.
  2. Masyarakat indusrialis
  3. Masyarakat madani adalah masyarakat yang tergabung di dalamnya manusia-manusia yang sadar hukum dan telah menyadari hak-azasi manusia sebagai warga organisasi yang dimiliki.
    1. Dimensi Sosial Kemasyarakatan

Terdiri dari :

  1. Keluarga yang bahagia dunia akhirat
  2. Hubungan kekerabatan yang baik
  3. Batas-batas hubungan kekerabatan
  4. Hubungan antar suku
  5. Hubungan antar bangsa
  6. Tatanan aturan yang disepakati untuk dijalankan bersama
    1. Kebutuhan Pokok Manusia

Kebutuhan ini dibagi 2 golongan, yaitu :

  1. Kebutuhan fisik  jasmaniah yaitu kebutuhan pertama bagi manusia dan merupakan kebutuhan pertama.
  2. Kebutuhan mental rohaniah
  3. Kebutuhan akan agama
  4. Kebutuhan akan kasih saying
  5. Kebutuhan akan rasa aman dan rasa bebas
  6. Kebutuhan akan rasa harga diri dan rasa sukses serta rasa pengenalan
    1. Majlis Ta’lim Sebagai Lembaga Pendidikan Non Formal

Dalam rangka pembinaan pendidikan agama pada masyarakat dapat diupayakan melalui pengajian rutin yang diisi dengan mata pelajaran (kurikulum) yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Majlis taklim ini terdiri dari 3 kategori :

  1. Tingkat pemula
  2. Tingkat binaan
  3. Tingkat terampil

Pada awalnya pengajian itu dihadiri oleh sejumlah peserta didik atau jamaah yang ingin mendapatkan pendidikan agama. Tingkat binaan dihadiri,dihadiri oleh jamaah yang sudah merasakan manfaatnya hadir di majlis taklim tersebut.Mereka ini perlu dibina secara terus-menerus dan berkesinambungan. Pada tingkatan terampil, mereka hadir untuk mendatangi majlis taklim tersebut karena merasa membutuhkan untuk pengisi rohani mereka yang belum memadai.

  1. Implementasi Pendidikan Islam
    1. Rasulullah Sebagai Sumber Pendidikan

Pada dasarnya semua rasul itu membawa ajaran tauhid yaitu mengesakan Allah. Hanya Allah sajalah yang wajib disembah dan musyriklah orang yang menyembah selain Allah. Lain halnya dengan Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul penutup kerasulan dan kenabian (Khatimul Anbiya). Kepadanya diturunkan kitab Al-Qur’an yang mencakup seluruh isi tiga kitab terdahulu (Taurat, Zabur, dan Injil).

Agama islam yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW, berfungsi sebagai korektor dan penyempurna terhadap kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh para ahli kitab yang menyembunyikan dan mengganti firman alloh. Pelajaran utama yang diajarkan Rosululloh adalah kebersihan nabi mengatakan bahwa kebersihan sebagian dari iman,dan dimulai dari mensucikan,membersikan hati kemudian membersihkan badan dilanjutkan dengan menjaga ucapan dari kata-kata yang kotor.

  1. Al-Qur’an Sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan
    1. Pendidikan dasar dimulai dengan membaca dan menulis
    2. Ayat yang dijadikan sebagai bukti kekuasaan Allah baik tentang kejadian manusia yang berasal dari nutfah kemudian berproses menjadi mudhgah dan seterusnya lahir menjadi bayi yang sempurna.
    3. Ayat tentang tanda kebesaran Allah tentang kelautan, gunung, kejadian proses tumbuh-tumbuhan yang berasal dari biji-bijian yang tumbuh di tanah dan disiram oleh hujan yang turun dari langit.
    4. Adam sebagai pendidik bagi para malaikat dengan berdasarkan ilmu pengetahuan yang langsung diperolehnya dari Allah.
    5. Ayat Al-Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan yang perlu diadakan penelitian terutama mengenai ilmu alam.

Implementasi pendidikan islam tergambar dalam hidup keseharian masyarakat muslim. Misalnya, Nabi Muhammad memerintahkan puasa sebagaimana dalam surat Al-Baqarah 183, bahwa  puasa itu wajib bagi tiap orang-orang muslim,kemudian shalat juga wajib dilaksanakan bagi tiap muslim. Pelajaran shalat bagi keluarga muslim diajarkan sedari anak berusia dini yaitu berumur 0-6 tahun sehingga anak harus melakukan shalat setelah dia berumur 7 tahun, jika tidak shalat sudah boleh dipukul.

 

2.3    Cara Pengarang Menjelaskan dan Menyelesaikan Permasalahan

Dalam penulisan buku ini pengarang menggunakan penjelasan dan penyelesaian secara deduktif dan induktif atau campuran. Dalam menjelaskan masalah pengarang menggunakan penjelasan secara deduktif (umum-khusus) dan ada juga yang induktif (khusus-umum). Tetapi dalam menyelesaikan masalah pengarang menggunakan induktif, karena dibagian akhir penjelasan materi pengarang memberikan solusi, saran dan nasehat kepada pembaca. Misal, memakai kata oleh karena itu, oleh sebab itu yang menunjukan sebab-akibat.

 


 

2.4    Konsep dan Teori Yang Dikembangkan serta Kesimpulan

  1. Pengertian dan sasaran pendidikan agama
  2. Orangtua sebagai tokoh pendidikan informal
  3. Pendidikan anak pada usia dini
  4. Pengertian masyarakat
  5. Dimensi sosial masyarakat
  6. Kebutuhan pokok manusia
  7. Majlis taklim sebagai pendidikan nonformal
  8. Implementasi pendidikan islam

Pendidikan agama islam seharusnya diberikan dan diajarkan sejak anak usia dini, agar ketika dewasa nanti dia sudah terbiasa melakukan apa yang telah diajarkan orang tua kepadanya. Sehingga pembentukan karakter, kepribadian dan akhlak anak mendarah daging. Oleh karena itu peran orangtua sangat dominan dalam memberikan pendidikan agama islam pada anak.

Masyarakat merupakan kumpulan dari orang banyak yang berbeda-beda yang menyatu dan mematuhi peraturan yang ditetapkan, mempunyai hubungan kekerabatan yang baik, baik antar suku maupun antar bangsa. Untuk memberikan pendidikan agama pada masyarakat, bisa dengan cara mendirikan majlis taklim atau pengajian-pengajian di desa masing-masing. Pengajian ini dilaksanakan dari satu tempat ke tempat lain dengan mendatangkan narasumber yang diminta untuk memberikan suatu materi pendidikan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Untuk mengimplementasikan pendidikan agama ini, kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan melaksanakan shalat, puasa, menunaikan zakat, menjaga kebersihan, dan lain-lain.

 


 

2.5    Pendapat Anda Tentang Isi Buku

Setelah saya membaca buku yang berjudul “Panduan Pendidikan Agama Pada Masyarakat” ini, menurut saya buku ini sangat layak dan tepat untuk dibaca orang tua maupun masyarakat umum dengan tujuan untuk melakukan bimbingan kepada anaknya dari mulai penjelasan bagaimana pendidikan anak sebelum lahir, masa bayi, masa kanak-kanak, dewasa, bahkan sampai mereka tua. Pendidikan anak pada usia dini juga sangat dianjurkan, hal ini dimaksudkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena pendidikan agama islam sejak dini sengat berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik.

Adapun proses belajar dan pembelajaran bisa dilakukan pada jalur formal maupun informal. Jalur formal dilaksanakan di sekolah dengan jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Sedangkan jalur informal bisa dilakukan oleh keluarga di rumah yang berfungsi sebagai pengganti, penambah atau pelangkap pendidikan formal dalam mendukung pendidikan sepanjang hayat. Dalam buku ini, bahasanya sederhana dan penyampaian materinya mudah dicerna dengan contoh-contoh yang mudah dimengerti sehingga para pembaca memperoleh pemahaman serta diharapkan dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

 


BAB III

SIMPULAN

3.1    Simpulan

  1. Pendidikan agama islam yaitu pendidikan yang didasari oleh ajaran agama islam.Pendidikan agama islam ditujukan kepada semua manusia sesuai dengan misi nabi Muhammad SAW dimualai dari anak usia dini, remaja, dewasa dan lanjut usia.
  2. Peran orang tua sangatlah penting dalam mendidik dan menumbuhkembangkan anak-anak, baik buruknya kelakuan anak orangtualah yang memegang peran tersebut. Diantaranya sebagai pengatur, teladan, pendorong dalam tindakan yang dilakukan anak, sebagai pengayom bagi anak, sebagai teman bermain, teman bicara dan sebagi penjaga utama kesehatan anak.
  3. Pendidikan agama pada masyarakat dapat diupayakan dengan mengadakan pengajian-pengajian majlis tak’lim di desa masing-masing yang diisi dengan mata pelajaran (kurikulum) yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Pengajian tersebut bisa diadakan secara bergiliran dari satu tempat ke tempat lain. Dengan cara mendatangkan narasumber yang dipilih oleh mereka untuk menyampaikan masalah agama yang mereka kehendaki.
  4. 13

    Sedangkan implementasi pendidikan agama itu sendiri merupakan penerapan yang tergambar dalam hidup keseharia masyarakat muslim. Misalnya menjalankan puasa, melaksanakan shalat, zakat, serta kegiatan lainnya yang berhubungan dengan Agama Islam.

 

Oleh : LORA SAHAR SONDARI (IAILM SURYALAYA)

 

About Bang Akil Bent

Sudah Lahir Sudah Terlanjur...Mengapa Harus Menyesal...Hadapi Dunia Berani!!!

Posted on 2 Maret 2012, in Serpihan Perkuliahan. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: