Menjaga Kesucian Hati Seorang Guru

Menjaga Kesucian Hati Seorang Guru

  1. A.       Makna Kesucian Hati

Pertanyaan paling mahal dan bernilai bagi seorang guru adalah “ apakah aku sudah kehilangan hati suciku selama ini ?

Mengapa ?Padahal hati sejatinya menjadi asas segala sesuatu  yang bernama sebuah kehidupan.

Penting diingat bahwa kesucian terbagi dua, yaitukesuian lahiriah ( kesucian hati ). Jika seorang hamba mampu menggabungkan dua kesucian itu,maka ia berhak meraih cinta Allah yang di idamkan setiap muslim.

” Dan Allah mencintaiorang – orang yang bersih.” (QS 9 :108).

Hidup ini tidak akan bermakna tanpa hati yang hidup.Jika hati mati,maka semua amalan yang dilakukan akan menjadi timpang,kerja mengejar dunia akan mengaburi pandangan ke akhirat dan ibadah pula hilang kemanisannya.

Seorang yang solat, puas dan bersedekah dengan hati yang berpalin dari Allah, hatinya akan mati, kotor dan menyimpan penyakit serta sudah tentu ibadhnya tidak memberi kesan kepada keperibadiannya.

Harus diingat bahwa fokus utama hati hanya akan terterah untuk memenuhi kehendak nafsu,padahal ia di ciptakan untuk senantiasa memandangan keagungan Tuhannya,menerima hidayah dan kemudian mengawal semua gerak kerja seluruh anggota badan semata – mata untuk keredaan Allah.Namun demikian,hati juga diciptakan dengan ciri sensitif seperti mudah terpengaruh oleh keadaan,mudah berubah, berbolak – balik,kadang tersesat dan kadang terpimpin.Adalah menjadi tugas seorang mukmin termasuk para pendidik menjaga hatinya,merawat dan menghidupkan semangat iman di dalam hati.

Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa hati yang sehat adalah hati yang Selmat siksa Allah.Hati yang  terbebas dari segala ikatan syahwat.

Hati yang selalu pasrah kepada Allah,tidak sedikit pun pernah menyimpan pengbangkangan terhadap pemerintah dan keputusan Allah. ” Ia hanya menginkan Allah dan berbuat sesuai dengan perintah Allah.Hanya Allah menjadi tujuan,menjadi nyawa perintah, sarana dan metode hidupnya.Tidak ada syubhat yang merintang dihadapannya,sehingga sehingga hati selalu menyakini berita dari Allah.”ujar Ibnul Qayyim.

Mencontoh ke masalu, sahabat Rasullulah pernah menerima teguran langsung melelalui wahyu- Nya, supaya mereka senantiasa mengurus hati dengan penjagaan baik agar ia dapat berfungsi dengan sempurna sebagai agen penerima wahyu allah swt. ini pelajaran pula bagi seorang pendidik sebagai agen ilmu.

Syekh Amin Muhammad Jamal berkata, bahwa keselamatan hati tidak akan sempurna sebelum terhindar dari 5 hal, yaitu Syirik yang menodai tauhid, bid`ah yang dapat menyalahi sunah, nafsu syahwat yang cenderung melanggar perintah, ambisi yang mengotori keikhlasan dan lalai yang dapat menodai dzikrullah.

Kelima faktor inilah yang sangat berfotensi mengotori qolbu sehingga cahaya kebenaran akan terhambat. Bahkan hati yang telah ternoda akan sulit mendapatkan manfaat yang layak dalam masalah apapun, termasuk hubungan dengan sesama makhluk. Seperti kata ibn Qayyim : “bergaul dengan orang yang hatinya mati adalah penyakit. Berteman dengannya adalah racun. Dan berkumpul (majlis) dengan mereka adalah bencana”.

Dalam kitab Az-Zuhud al-Kabiir, karya al-baiqi (hal. 174) dikisahkan : dari fath bin Syakraf, ia berkata : Alhamdulillah al-Anthaki, berkata kepadaku, “wahai orang khurasan, hanya ada empat perkara. Tidak ada yang lain, yaitu matamu, lisanmu, hatimu, dan hawa nafsumu.

Pertama, perhatikanlah matamu agar engkau tidak melihat sesuatu yang tidak halal.

Kedua, perhatikanlah lisanmu agar engkau tidak berkata sesuatu, padahal Allah mengetahui kebalikannya dari hatimu.

Ketiga, perhatikanlah hatimu

I`M SORRY GOOD BY…..CATATANNYA SAYA POTONG!!!!!!!! BECAUSE I LIEUR SUBER RUJUKANYA HILANG……BAGI YANG MENEMUKANNYA SILAHKAN BACA SAJA!!! TAK USAH BILANGBILANG SAYA!!! THANK`S

About Bang Akil Bent

Sudah Lahir Sudah Terlanjur...Mengapa Harus Menyesal...Hadapi Dunia Berani!!!

Posted on 12 April 2012, in Kata Dalam Makna. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: